12 Agen intelijen Rusia didakwa AS terlibat peretasan di Pemilu 2016

Tim Hakim Federal Amerika Serikat mendakwa 12 agen dan perwira Badan Intelijen Militer Rusia (GRU) atas dugaan campur tangan dalam Pemilihan Presiden 2016 lalu.

Dakwaan itu merupakan bagian dari investigasi Penyelidik Khusus Kementerian Kehakiman AS, Robert Mueller atas kasus dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres AS 2016 atau yang populer disebut dengan nama Russian Meddling yang berdampak pada kemenangan Donald Trump dalam pemilu.

AS menuding para agen Rusia terlibat dalam upaya berkelanjutan untuk meretas jaringan internet Kampanye Kongres Demokrasi Partai Demokrat, Komite Nasional Partai Demokrat, dan tim kampanye Capres Hillary Clinton. Demikian seperti dikutip dari ABC News, Minggu (15/7).

Dalam pembacaan dakwaan pada Jumat, 13 Juli, Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein mengatakan bahwa ke-12 agen Rusia itu “turut berkorespondensi dengan sejumlah figur Amerika Serikat” saat melakukan tindakan yang dituduhkan kepada mereka.

Namun, Rosenstein melanjutkan bahwa “orang-orang AS itu tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi bagian komplotan para intelijen Rusia tersebut.”

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Wakil Jaksa Agung Rosenstein menggambarkan bagaimana para pejabat GRU Rusia memulai kampanye ‘spearphishing’ pada tahun 2016 terhadap relawan, karyawan, dan ketua tim kampanye Capres Hillary Clinton.

Teknik spearphishing memberi mereka akses ke jaringan DCCC dan DNC, di mana mereka dapat mencuri e-mail dan dokumen, memantau aktivitas komputer dari puluhan karyawan secara rahasia, dan menanam ratusan file berbahaya untuk mencuri kata sandi dan mempertahankan akses ke jaringan.

“Satu unit GRU bekerja untuk mencuri informasi, sementara unit lain bekerja untuk menyebarkan informasi yang dicuri,” kata Rosenstein.

Ketua kampanye Hillary Clinton, John Podesta, yang akun emailnya diretas selama kampanye, mengatakan kepada ABC News bahwa dia berbesar hati melihat tindakan Robert Mueller yang telah menyeret sejumlah figur terdakwa.

Hanya dalam waktu satu tahun sejak penunjukannya sebagai penyelidik khusus, Robert Mueller dan tim jaksa yang dipilihnya telah mengajukan sepuluh dakwaan yang mencakup 32 individu dan tiga entitas bisnis terkait Russian Meddling.

Mueller dan tim sendiri telah menerima pengakuan bersalah atas dua kasus kriminal yang diadili dan juga mengirim satu orang ke penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *