4 Pernyataan Politikus yang Bikin Panas Jelang Pilpres 2019

      Comments Off on 4 Pernyataan Politikus yang Bikin Panas Jelang Pilpres 2019

TRENDING – Menjelang Pilpres 2019, suhu politik di Indonesia mulai panas. Para politisi mulai ramai mengeluarkan pernyataan pedas untuk mengekspresikan sikap politiknya. Perang mulut antarpolitikus terasa semakin vulgar.

Bahkan pernyataan-pernyataan yang keluar itu berbuntut saling balas dan sindir. Adu mulut antarpolitikus bukan hal baru di percaturan politik Indonesia. Media massa menjadi ring tinju bagi mereka.

Hal ini jadi penyebab makin panasnya suhu politik di Indonesia. Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar semua pihak mendinginkan suasana menjelang Pilpres 2019 ini.

Berikut pernyataan panas para politisi yang bikin panas jelang Pilpres 2019:

1. Kerja Sama dengan Setan Asal Ganti Presiden

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial dalam akun Twitter pribadinya, @RachlandNashidik. Demi mengalahkan Joko Widodo di Pemilu Serentak 2019, dia siap bekerjasama dengan siapapun termasuk setan.

“Saya mau ganti Presiden! Kalau demi itu saya harus bekerja sama dengan setan, saya akan lakukan. Apalagi cuma kerja sama dengan Prabowo,” tulis Rachland.

Cuitan ini diunggah usai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Prabowo Subianto sehari sebelumnya, Selasa 25 Juli 2018. Pertemuan itu bertujuan untuk menjajaki koalisi kedua partai di Pilpres 2019.

2. Sekjen PDIP Tuding SBY Selalu Ungkit Hubungan dengan Megawati

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyindir jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu mengeluh soal hubungan dengan Megawati menjelang pemilu. Dia menilai keluhan musiman tersebut politis.

“Monggo silakan lihat dalam jejak digital maupun media cetak, bahwa menjelang Pemilu pasti Pak SBY selalu menyampaikan keluhannya tentang Ibu Megawati. Padahal Ibu Megawati baik-baik saja,” ujar Hasto.

Hasto menduga keluhan SBY itu lantaran anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum mendapat kepastian sebagai capres atau cawapres.

3. Sekjen PDIP Dinilai Pemanas Hubungan SBY-Megawati

Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD), Putu Supadma Rudana tak terima bila SBY disebut selalu mengeluh soal hubungan dengan Megawati menjelang pemilu. Menurutnya selama menjadi presiden, SBY sudah mengundang Mega ke Istana tak kurang dari 10 kali. Namun Megawati masih tak membuka perdamaian.

Putu menuding kelakuan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto selalu memanaskan hubungan PD dan PDIP. “Pak Hasto adalah contoh terbaik kader PDIP yang selalu memanaskan hubungan Demokrat dan PDIP,” kata Putu.

Dia yakin masih banyak kader PDIP yang ingin mendamaikan SBY dan Megawati. Almarhum Tauifiq Kiemas misalnya yang selalu menggagas islah antara dua tokoh politik ini.

4. Wasekjen Demokrat Pilih Berkuda Ketimbang Bersepeda

Setelah cuitan siap bekerja sama dengan setan, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik kembali berkicau. Kali ini, dia menyebut memilih berkuda ketimbang bersepeda. Tak jelas maksud dari cuitan Rachland.

Tapi ‘berkuda’ identik dengan Prabowo karena menjadi salah satu hobi dari mantan Danjen Kopassus itu. Sementara, ‘naik sepeda’ melekat dengan Jokowi. Jokowi yang seringkali memberikan hadiah sepeda kepada rakyat yang bisa menjawab pertanyaannya dalam berbagai acara.

“Pilihannya cuma berkuda atau naik sepeda. Saya pilih berkuda,” kicau Rachland.