42 Orang di Semarang Terindikasi HIV/AIDS, Salah Satunya Balita

42 Orang di Semarang Terindikasi HIV/AIDS, Salah Satunya Balita

LOBBYKIU – Seorang anak berusia di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Semarang terindikasi menderita HIV/AIDS. Temuan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Semareng ini terjadi pada rentang waktu bulan Januari hingga Juni 2017.

Kepala Bagian Program KPA Kabupaten Semarang, Taufik Kurniawan mengatakan, semester pertama tahun 2017 ditemukan 42 orang yang terindikasi HIV/AIDS. Dari jumlah itu, 6 orang atau 14 persen menderita AIDS, sementara 36 orang atau 86 persen lainnya menderita HIV.

“Berdasarkan usia, ada satu balita. Kemudian satu anak usia 15 hingga 19 tahun,” kata Taufik, Jumat (1/12/2017).

42 orang diduga terindikasi HIV/AIDS ini ditemukan di 11 kecamatan. Rinciannya 8 orang di Bergas, 5 di Ambarawa, 4 di Ungaran Timur, 4 di Sumowono, 2 di Bandungan, 2 di Pringapus, 1 di Bawen, 1 di Ungaran Barat, 1 di Susukan, 1 di Tuntang, dan 13 orang dari luar wilayah Kabupaten Semarang.

Berdasarkan demografi, selain 1 balita dan seorang remaja berusia 15-19 tahun, terdapat 3 orang dari usia 20-24 tahun, 7 orang usia 25-29 tahun, dan 8 orang dari usia 30-34 tahun.

Yuk Gabung ke LobbyQQ Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Selanjutnya dari kelompok usia 35-39 tahun ada 11 orang, usia 40-44 tahun ada 4 orang, usia 45-49 tahun ada 4 orang, usia 50-54 tahun 2 orang, dan 1 orang dari kelompok usia 55-59 tahun.

“Jadi paling dominan di usia produktif dan kalangan perempuan,” ujarnya.

Taufik mengatakan, hingga tahun 2016 ada 492 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Semarang. Saat itu, dari 19 kecamatan, hanya kecamatan Kaliwungu dan Pabelan yang zero kasus HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Kabupaten Semarang Puguh Widjojo mengatakan, sebanyak 29 dari 42 orang yang terindikasi HIV/AIDS merupakan warga Kabupaten Semarang. Sedangkan 13 orang lainnya merupakan warga dari luar wilayah Kabupaten Semarang.

“Berdasarkan profesi, pengidap HIV masih didominasi oleh kelompok pekerja seks. Temuan kasus menonjol terlihat juga pada kelompok swasta, buruh, dan wiraswasta,” kata Puguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *