5 Tanda Anda sedang bunuh diri dalam sistem keuangan

Mengatur keuangan seringkali menjadi sebuah pekerjaan yang sulit untuk dilakukan oleh sebagian besar orang. Hal ini tentu dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk pola hidup dan juga kebijakan yang diterapkan di dalam keuangan itu sendiri.

Jika Anda tidak bisa mengelola pengeluaran dengan baik, maka besar kemungkinan berbagai masalah akan selalu menghampiri keuangan Anda setiap saat.

Berbagai kebiasaan buruk Anda dalam mengelola keuangan, akan sangat berpengaruh pada keselamatan dan juga keamanan keuangan Anda di masa depan. Hal ini bahkan bisa mempengaruhi kehidupan Anda secara keseluruhan.

Meski tidak memiliki kemampuan yang dalam di dalam mengelola keuangan sebagaimana seorang ahli, namun sepatutnya Anda mengenali berbagai kelemahan Anda di dalam hal ini, sehingga berbagai upaya pencegahan bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Ini mungkin bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, terutama bagi Anda yang telah terbiasa tidak memiliki aturan ketat di dalam keuangan Anda. Namun jika diperbaiki secara bertahap, maka besar kemungkinan kondisi keuangan masih bisa diselamatkan.

Yuk Gabung ke LobbyQQ Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Kenali beberapa tanda buruk di dalam pengelolaan keuangan berikut ini, agar Anda bisa menghindari bunuh diri di dalam keuangan Anda seperti ditulis Cermati:

1. Punya anak sebelum mapan dalam keuangan

Ini menjadi salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh pasangan suami istri, terutama mereka yang menikah dalam usia yang masih sangat muda. Memiliki seorang anak adalah sebuah keputusan yang sangat besar dan akan mempengaruhi seluruh kehidupan Anda dan pasangan secara keseluruhan, karena itu Anda membutuhkan pertimbangan yang sangat matang dalam hal tersebut.

Jangan memutuskan untuk memiliki anak pada saat kondisi keuangan belum mapan dan stabil, sebab hal ini akan sangat berisiko menimbulkan berbagai masalah di dalam keluarga Anda.

Seorang anak akan membutuhkan sejumlah biaya yang cukup besar, seperti dana untuk membesarkan mereka dan memastikan semua kebutuhannya tercukupi dengan baik, dana pendidikan, dana kesehatan, dan bahkan sejumlah dana asuransi.

2. Belum mandiri secara finansial

Ini juga sebuah kesalahan yang sangat fatal, di mana Anda dalam usia yang sudah dewasa (usia kerja) namun Anda belum juga mandiri secara finansial dan masih tergantung kepada orang lain. Dalam kondisi seperti ini, maka kehidupan Anda tentu akan sangat rentan, terutama bidang keuangan yang pada dasarnya memang jauh dari kata mapan.

Jika terus berlanjut dan tidak ada perubahan, maka bisa dipastikan Anda sedang menjelang dan akan segera menemukan berbagai masalah di dalam keuangan, sebab sampai kapan Anda akan bisa selalu bergantung kepada orang lain di dalam keuangan?

3. Gali lubang tutup lubang

Hal seperti ini biasanya Anda lakukan sebagai sebuah bentuk bunuh diri yang paling nyata dan menjadi sebuah kebiasaan buruk yang sangat sulit untuk ditinggalkan. Anda memulai sebuah utang, lalu membayarnya dengan sejumlah utang baru dari sumber lain dengan jumlah yang kemungkinan menjadi lebih besar dari utang yang Anda lunasi tersebut.

Jika hal seperti ini berlangsung terus, maka Anda akan tertimbun sejumlah utang yang luar biasa besar dan tidak akan pernah keluar dari lingkaran utang tersebut, maka selamanya Anda akan tenggelam di dalam kubangan utang yang semakin hari semakin dalam.

4. Mengandalkan kredit bank

Memiliki sejumlah pinjaman kredit tunai ke bank, tentu bukanlah sebuah hal yang buruk, terutama jika sejumlah dana tersebut memang benar-benar harus ada dan akan Anda gunakan di saat-saat darurat. Namun jika ternyata Anda begitu rajin mengajukan pinjaman kredit ke bank dan selalu menyambungnya setiap kali masa cicilannya akan berakhir, maka hal ini sudah patut untuk dikhawatirkan.

Pinjaman sepanjang masa yang Anda lakukan ke bank, hanya akan membuat Anda terjebak di dalam lingkaran utang, terutama jika ternyata Anda tidak berniat atau berupaya untuk melakukan pelunasan dan menutup utang tersebut. Sejumlah uang Anda akan selalu terpakai untuk membayar bunga utang tersebut, di mana Anda akan kesulitan untuk menabung atau bahkan memenuhi berbagai kebutuhan lainnya di dalam keluarga Anda.

5. Membeli rumah yang salah

Ketika keuangan sedikit membaik, maka Anda memiliki sejumlah keinginan besar, bahkan yang jumlahnya masih berada di luar kemampuan keuangan Anda. Menghabiskan seluruh uang tabungan Anda untuk membeli sebuah rumah mewah yang berada di kawasan elit, tentu bukan sebuah pilihan yang tepat, terutama jika ternyata kondisi keuangan masih belum stabil dan bisa diandalkan untuk menjamin masa depan.

Berbagai biaya dan juga kebutuhan lainnya selama tinggal di sana, bukanlah jumlah yang kecil dan bisa Anda penuhi dengan mudah, karena itu sangat penting untuk selalu mempertimbangkan kemampuan dan juga kebutuhan Anda akan sebuah hunian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *