Makam M Alzahra alias Joya, korban yang diamuk dan dibakar hidup-hidupoleh warga dibongkar. Jenazahnya diautopsi setelah pekan lalu dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kedondong, BTN Buni Asih, Kampung Kongsi, Cikarang Utara.

Tim gabungan dari Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Metro Jaya dan Tim Forensik RS Polri mengerahkan empat tukang gali untuk mengangkat jenazah Joya.

Para tukang makam itu adalah Ahmad selaku Ketua RT, Masum, Ma aang, Pak Ecin, yang semuanya warga setempat.

Masum, seorang tukang gali menceritakan, proses pembongkaran makam secara keseluruhan berlangsung tanpa ada hambatan. Mereka mengangkat jenazah Joya setelah menggali tanah dengan kedalaman 90 Cm.

“Tak ada masalah, sejak semalam kita di sini semua. Alhamdulillah berjalan baik,” kata Masum, Rabu (9/8/2817).

Dia menjelaskan, pengangkatan jenazah warga Kampung Kavling Jati, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara itu dibantu polisi.

“Lumayan berat, tadi yang angkat tiga di bawah. Satu di atas dan dibantu dari Tim polisi,” jelas dia.

M Alzahra alias Joya tewas secara mengenaskan dengan cara diamuk dan dibakar hidup-hidup, setelah dituduh mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah Kampung Cabang Empat, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Senin 1 Agustus lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *