Ambil paket sabu di Samarinda, 2 wanita tak berkutik disergap BNN

ambil-paket-sabu-di-samarinda-2-wanita-tak-berkutik-disergap-bnn

Dua wanita berinisial SA (24) dan AF (31), asal Bengalon, kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, ditangkap petugas BNN Provinsi Kalimantan Timur, di Samarinda. Keduanya diringkus saat hendak mengambil paket 5,56 gram sabu, untuk dibawa dan diedarkan di Bengalon.

Keterangan diperoleh, SA dan AF, diamankan Rabu (12/7) malam kemarin. Petugas sudah mengendus keduanya sebagai pengedar sabu di Kutai Timur.

Tiba di Samarinda, petugas membuntutinya hingga menuju ke suatu tempat di Jalan Pemuda III kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. “Dua orang wanita itu kita amankan saat hendak mengambil paket sabu yang dititip kurir ke orang lain,” kata Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Raja Haryono, kepada wartawan di kantornya, Jalan Rapak Indah, Samarinda, Kamis (13/7).

SA dan AF pun diminta petugas mengambil paket sabu yang sudah dibelinya saat diringkus. Dari tangan keduanya ditemukan paket sabu 5,56 gram beserta bukti transfer Rp 2,2 juta beserta 2 telepon selular.

“Paket sabu itu diambil dari warga di Jalan Pesut, ini jaringan terputus. Tapi penyelidikan kami masih berjalan untuk mencari pemasoknya,” ujar Haryono.

Yuk Gabung ke LobbyQQ Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Dalam kesempatan itu juga, Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon juga menerangkan, Sabtu (7/7) lalu, BNN Kaltim juga menangkap 3 terduga pengedar sabu WL, SN dan BD, di Kampung Baru, Kecamatan Muara Badak.

“Ketiga orang ini ditangkap di 2 tempat berbeda di Kampung Baru, di rumah yang gerebek dan lakukan penggeledahan,” sebut Halomoan.

“Total sabu ada 3,88 gram, yang sebagian besar dikemas dalam 33 paket hemat sabu siap edar. Juga ada sendok takar, timbangan digital, alat isap sabu, dan uang tunai Rp 500 ribu,” ujarnya.

Dijelaskan Halomoan, lokasi penangkapan di Kampung Baru terbilang mengejutkan. Lokasi rumah itu juga menjadi arena tempat bermain bilia.

“Kita temukan kamera intai CCTV, yang digunakan untuk memantau pergerakan keluar masuk orang, mengamankan lokasi. Tapi kita berhasil bongkar, juga karena peranan dari informasi masyarakat ya,” kata Halomoan.

Dari pengakuan para tersangka, paket sabu itu dikendalikan dari seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Samarinda di Jalan Jenderal Sudirman.

“Ya ini bukan hal baru ya, sabu dikendalikan warga lapas. Kita sama-sama tahu, di mana saja dimungkinkan untuk bisnis sabu dan ini sudah kita ketahui bersama,” pungkas Halomoan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *