Aset First Travel Tak Otomatis Diberikan kepada Jemaah Umrah

Aset First Travel Tak Otomatis Diberikan kepada Jemaah Umrah

LOBBYKIU – Penggunaan aset milik bos PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Andika Surachman tergantung pada jaksa atau hakim di pengadilan.

Jaksa atau hakim yang nantinya menentukan apakah aset itu akan dikembalikan kepada Andika, atau disita oleh negara untuk dikembalikan kepada pihak yang berhak yakni para jemaah umrah korban penipuan First Travel.

“(Aset) Itu kan hitungannya sebagai barang bukti, nanti itu tergantung jaksa maupun hakim,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Pernyataan tersebut disampaikan Setyo sebagai respons terhadap Andika yang meminta asetnya digunakan untuk memberangkatkan calon jamaah umrah.

First Travel, kata Setyo, telah melakukan penipuan terhadap ribuan orang dengan barang bukti uang pendaftaran umrah dan aset.

Yuk Gabung ke LobbyQQ Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Setyo menjelaskan barang bukti yang merupakan aset First Travel akan digunakan saat pengadilan. Oleh karena itu penggunaan aset tersebut harus menunggu hasil pengadilan.

“Biasanya dalam persidangan nanti diputuskan barang bukti dikembalikan kepada terdakwa atau disita negara untuk dikembalikan ke yang berhak. Nanti berapa orang, terima berapa, itu namanya putusan tambahan,” kata Setyo.

Sebelumnya, Andika telah meminta agar aset yang ia miliki digunakan untuk memberangkatkan calon jemaah umrah. Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat kreditur terkait penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) First Travel di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/12) kemarin.
Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin beberapa waktu lalu mengatakan sisa kekayaan Andika dan Anniesa senilai Rp7 miliar. Hal itu berdasarkan 50 rekening yang ditemukan PPATK.Sementara, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Dittipidum Bareskrim) Polri memperkirakan total aset First Travel sekitar Rp50 miliar.

Penyidik pidana umum Bareskrim telah menyita 13 aset milik tersangka Andika dan Anniesa. Aset yang disita terdiri dari lima unit mobil dan tujuh unit bangunan atau rumah.

Kelima unit mobil itu adalah Volkswagen Caravelle, Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Vellfire, Daihatsu Sirion, serta Toyota Fortuner.

Sedangkan tujuh unit bangunan atau rumah yang disita antara lain rumah mewah di kompleks Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; rumah di komplek Vasa Cluster, Pasar Minggu, Jakarta Selatan; rumah kontrakan di Cilandak, Jakarta Selatan; dan kantor First Travel Bulding di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Selain itu, penyidik juga telah menyita sebanyak delapan perusahaan milik First Travel, yakni PT Interculture Tourindo, PT Yamin Duta Makmur, PT Hijrah Bersama Taqwa, PT Bintang Balindo Semesta, PT Anugerah Nusantara Mandiri Prima, PT Anugerah Karya Teknologi, PT Anniesa Hasibuan Fashion, dan Yayasan First.Sejauh ini, penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Andika, Direktur First Travel Anniesa Desvitasari Hasibuan, serta Komisaris Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

Penyidik menjerat mereka dengan Pasal 55 juncto Pasal 378 dan Pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), serta Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *