Atur pengiriman sabu dari Lapas, Udo Tohar divonis hukuman mati

atur-pengiriman-sabu-dari-lapas-udo-tohar-divonis-hukuman-mati

Udo Tohar alias Tohar (57) harus membayar mahal perbuatannya mengendalikan bisnis narkoba dari dalam penjara. Terpidana penjara seumur hidup ini dijatuhi hukuman mati karena mengatur pengiriman 17 Kg sabu-sabu dari Lapas Tanjung Gusta.

Hukuman mati terhadap Udo Tohar dijatuhkan majelis hakim yang diketuai S Batubara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (14/2). Warga Tanjung Balai, Sumut, itu dinyatakan telah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Udo Tohar alias Tohar terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana mati,” kata S Batubara.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim sama dengan tuntutan jaksa. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Hutomo juga meminta agar majelis hakim menjatuhi Udo Tohar dengan hukuman mati.

Dalam perkara ini, Udo Tohar ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengembangkan kasus Julianto (berkas terpisah). Keterlibatannya terlacak dari handphone kurir narkoba yang diperintahkan Julianto untuk membawa sekarung goni plastik berisi 17 bungkus sabu-sabu dengan berat kurang lebih 17.445 gram.

Yuk Gabung ke LobbyQQ Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Udo Tohar ternyata telah sudah dua kali menyuruh Julianto untuk mengambil serta menerima sabu yaitu pada November 2015 dan Desember 2015. Setiap pengambilan narkotika tersebut Julianto mendapatkan upah dari terdakwa sebesar Rp 30 juta.

Keterlibatan Udo Tohar akhirnya terbongkar. Petugas menemukan 4 unit telepon genggam yang membuktikan perannya. Tohar merupakan terpidana seumur hidup kasus narkoba seberat 6 Kg pada Mei 2015. Dalam perkara ini dia dan rekannya ditangkap BNN di loket bus di Jalan Pinang Baris Medan, Oktober 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *