Balok Penyangga “Flyover” Tol Pasuruan-Probolinggo Ambruk, Polisi Selidiki Penyebabnya

2963803880

Kecelakaan kerja terjadi saat pengerjaan jembatan layang atau flyover yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Minggu (29/10/2017).

Balok penopang atau girder beton yang sedang dipasang ambruk atau roboh dan menimpa pekerja. Pihak kelpolisian kini sedang menyelidiki penyebab robohnya girder fyover tersebut.

Dikutip dari Antaranews dan juga Surya Online, sebanyak satu orang tewas dan dua orang korban terluka berat akibat kecelakaan tersebut.

Antaranews melaporkan, korban luka bernama Sugiono dan Nurdin, dirawat intensif di Rumah Sakit Purut, Kota Pasuruan, Jawa Timur, sedangkan korban tewas bernama Heri Isnandar.

“Saat ini korban yang mengalami luka-luka tersebut masih dalam perawatan secara intensif,” ujar Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pasuruan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rizal Martomo.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Ia mengatakan salah seorang korban dilaporkan mengalami luka patah kaki dan luka punggung akibat tertimpa material proyek Tol Paspro yang ambruk tepatnya di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Begitu mengetahui ada peristiwa kecelakaan proyek tersebut, ia menyatakan, kepolisian langsung menghentikan sementara proses pengerjaan proyek untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sudah ada empat orang pekerja proyek yang kami mintai keterangan terkait dengan peristiwa kecelakaan proyek ini untuk mengetahui secara detil kejadiannya seperti apa,” ujarnya.

Ia mengatakan, dari laporan yang diterima di lapangan menyebutkan kronologis kejadian terjadi pada saat pemasangan beton girder yang sebelah timur, tiba-tiba goyang dan jatuh sehingga menyenggol ketiga beton girder lainnya.

Akibatnya, beton girder yang terpasang tersebut ambruk dan menimpa beberapa unit kendaraan yang berada di bawahnya, sehingga menyebabkan korban jiwa dan kerugian materiil,” katanya.

Atas kejadian tersebut seorang pekerja meninggal dunia, dan dua orang mengalami luka-luka, serta beberapa kendaraan yang berada di bawahnya mengalami kerusakan parah.

“Untuk kerugian materiil, yakni dua unit sepeda motor, satu unit mobil pikap warna hitam, dan juga satu unit truk tronton,” katanya.

Kronologi kejadian ambruknya girder
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif, termasuk juga menunggu hasil laporan dari tim forensik.

“Kami belum mentukan siapa tersangka dalam kejadian ini, karena proses penyelidikan masih terus dilakukan,” ujarnya

Berikut kronologi kecelakaan ambruknya atau robohnya pemasangan beton girder di proyek tol Pasuran-Probolinggo di Kilometer 405 Desa Cukurgondang, Grati, Pasuruan, yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB:

1. Ada pemasangan atau erection di Grati, panjang girder 50,80 m dengan menggunakan 2 crane masing-masing kapasitas 250 ton dan 150 ton

2. Pemasangan dimulai hari Sabtu dan menyelesaikan 3 girder.

3. Di tiga girder yang sudah dipasang dilakukan pemasangan bracing.

4. Hari Minggu ini dilanjutkan pemasangan girder yang ke-4.

5. Saat girder ke-4 sudah pada posisi dan akan dilakukan pemasangan bracing, girder ke-4 ini patah mengenahi 3 girder yang sudah terpasang dan mengakibatkan keempat girder patah.

6. Satu orang meninggal dunia dan 2 orang dirawat di rumah sakit akibat tertimpa girder.

7. Identitasnnya korban meninggal dunia adalah Heri Isnandar, merupakan pekerja mekanik dari PT Waskita.

8. Dua korban luka berat, adalah Sugiono, sopir mekanik dari PT Waskita yang mengalami luka patah pada kakinya. Korban lainnya adalah Nurdin, karyawan PT Pancang Sakti yang mengalami luka pada punggungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *