Beda visi dengan PAN, penyebab Lucky Hakim merapat ke NasDem

      Comments Off on Beda visi dengan PAN, penyebab Lucky Hakim merapat ke NasDem

Politisi Lucky Hakim merapat ke partai besutan Surya Paloh, NasDem. Lucky mengungkapkan alasan kepindahan ke NasDem, karena sudah tak satu visi dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

 “Alhamdulillah saya sudah berpindah partai dari yang lama ke yang baru yaitu NasDem, ada beberapa sebab tapi yang pasti tentunya saya sudah tidak sepaham lagi dengan yang lama jadi perbedaan visi inilah yang membuat saya tidak nyaman lagi,” kata Lucky, Selasa (1/5).

“Saya yakin mereka juga tidak nyaman dengan keberadaan saya yang sudah sering tidak sepakat dengan kebijakan-kebijakan mereka, jadi saya bergerak dan berubah, ini merupakan gerakan perubahan saya ke arah yang lebih baik. Maka saya menyatakan dengan bangga dan bahagia bahwa saya pindah partai. Sekarang saya adalah kader NasDem, gerakan perubahan,” tambah dia.

Lucky mengaku ada omongan miring terkait kepindahannya dari PAN karena tak mendapat rekomendasi maju Pilkada Bekasi. Namun dia membantah.

“Rumor miring tentang saya pindah karena tidak didukung PAN ikut pilkada kota Bekasi jelas-jelas itu fitnah, saya masuk NasDem itu tanggal 20 April 2018 ini setelah saya mundur dari PAN. Itu beberapa bulan setelah urusan rekom pilkada selesai. Saya kan keluar dari PAN karena saya ini diPAW alias dipecat dari fraksi oleh DPP mereka sendiri, secara sepihak, tertanggal 31 Januari 2018, itu dia biang keroknya,” jelas Lucky.

“Jadi agar tetap kondusif maka saya memilih mundur dari PAN tanggal 11 April 2018 agar tidak terkesan seperti ada perebutan jabatan. Nah hal inilah yang membuat saya tidak sepakat dengan kebijakan DPP PAN, ini bukan salah siapa-siapa kok kalau sudah tidak sepaham lagi, toh sekarang posisi saya sudah digantikan oleh kader PAN yang lain, yang mana saya pikir itu bisa menjadi giliran pengabdian antar kader ya silakan saja” ujar Lucky.

Dia mengungkapkan, alasan memilih NasDem sebagai kendaraan politiknya karena tak ada transaksi mahar saat mengusung kadernya atau mendukung kandidat dalam pilkada.

“Semenjak menjadi anggota DPR saya jadi kenal banyak kader-kader dari macam-macam partai dan dari situ saya bisa melihat dan menilai secara pendapat pribadi saya, dimana yang bisa bekerja dengan tenang dan tidak ribut-ribut soal PAW adalah di NasDem dan yang paling utama yaitu NasDem adalah partai tanpa mahar, tidak dipungut biaya apapun bila kita mencalonkan diri menjadi kepala daerah, baik kader internal maupun kader eksternal,” kata Lucky.

“NasDem mengusung dan mendukung tanpa syarat, dan ini secara pribadi sudah saya cek dan terbukti. Bisa ditanyakan langsung ke Kang Ridwan kamil untuk jadi gubernur apakah diminta uang mahar oleh NasDem, juga ke kandidat bupati kabupaten Bandung Barat Pak Umbara, NasDem tidak memungut mahar sama sekali,” tutur dia.

Bersama NasDem, dia mengaku akan berjuang memenangkan pemilu legislatif 2019 di kota Bekasi dan Depok, target memperoleh satu dari enam kursi di dapil ini. “Saya yakin NasDem akan mendapatkan satu kursi dan InsyaAllah itu adalah saya bilamana masyarakat masih mempercayakan suaranya pada saya untuk mewakilinya di DPR RI, ikhtiar dan doa InsyaAllah qobul,” tutup Lucky