Belajar Toleransi dari Masjid Kowloon Hong Kong

      No Comments on Belajar Toleransi dari Masjid Kowloon Hong Kong

Bicara soal Hong Kong sudah pasti erat kaitannya dengan etnik tionghoa. Tapi, meski sebagian besar penduduknya beragama non-muslim, Hong Kong sangat terbuka menerima agama lain masuk ke negara mereka termasuk Islam.

Bahkan mereka mulai memberikan lahan untuk destinasi wisata muslim. Salah satu tempat yang cukup banyak dikunjungi turis muslim adalah Masjid Kowloon.

Berawal dari kebutuhan para tentara dari negara timur tengah untuk beribadah, Masjid Kowloon kini menjadi masjid terbesar dan tertua di Hong Kong. Masjid ini sudah berdiri lebih dari seratus tahun.

“Tempat ini dulu sangatlah kecil hingga orang lokal memberikan izin kepada kami untuk membangun masjid. Tahun 1974, masjid ini direnovasi menjadi lebih besar,” ujar Saeed Uddin selaku Secretary of The Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong saat ditemui di Hong Kong baru-baru ini.

Masjid Kowloon Hong Kong ini juga sempat beberapa kali menjalani renovasi hingga menjadi seperti sekarang ini. “Tahun 2005-2006, kami kembali melakukan renovasi di bagian interior masjid, menambah kantor, perpustakaan, dan lain-lain. Dan di bagian kiri dan kanan masjid ini kami membuat dua aula yang dapat memuat 100-150 jemaah salat,” jelasnya.

Berbagi dengan Sesama

Masjid Kowloon bukan sekedar tempat untuk beribadah tapi juga tempat serbaguna. Berbagai kegiatan bisa dilakukan di sana seperti . Pihak masjid juga dengan terbuka menerima wisatawan asing yang ingin tahu lebih dalam soal Islam.

“Dua aula ini juga dipakai untuk kegiatan komunitas, seminar, kuliah, pengunjung, dapat menetap di sini. Kami juga menerima kedatangan turis yang ingin ke sini untuk mencari tahu tentang islam,” papar Saeed.gadisliar.com

Tidak hanya itu, saat Ramadan, Masjid Kowloon juga menyediakan makanan gratis bagi siapa pun. Semua orang bisa ikut makan di sana secara cuma-cuma.

“Dari jam 11 siang kami memasak, menyiapkan makanan, lalu aula kami tata dengan meja dan kursi 30 menit sebelum berbuka puasa. Siapapun juga dapat datang sambil membawa makanan, nanti mereka juga akan kami sambut dan layani dengan cara yang sama,” ungkapnya.

Belajar Toleransi dari Masjid Kowloon Hong Kong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *