Benarkah Kesepian Berisiko Membunuh Lebih Cepat Daripada Obesitas?

LIFESTYLE – Hal yang lebih tepat adalah perasaan kesepian dapat lebih mematikan daripada obesitas dan saat ini dianggap sebagai risiko kesehatan yang mematikan. Anda yang memiliki hubungan sosial yang buruk memiliki 50% peningkatan risiko kematian dini dibandingkan dengan mereka yang memiliki koneksi sosial yang baik.

Dilansir dari nypost.com, Kamis (19/7/2018), para peneliti di Amerika Serikat melihat 218 penelitian tentang efek kesehatan dari perasaan kesepian dan isolasi sosial. Mereka menemukan bahwa isolasi sosial dapat meningkatkan risiko kematian seseorang hingga separuh dibandingkan dengan obesitas, yang memiliki tingkat risiko kematian hanya sebesar 30%.

Dr. Julianne Holt Lunstad, profesor psikologi di Universitas Brigham Young menyatakan bahwa terhubung dengan orang lain secara sosial secara luas adalah kebutuhan dasar setiap manusia, penting bagi kesejahteraan dan kelangsungan hidup. Contoh ekstremnya menunjukkan bahwa bayi dalam pengasuhan yang kekurangan kontak dengan manusia lainya akan membuat bayi tersebut gagal berkembang dan mati, membuktikan bahwa manusia tidak bisa merasa kesepian.

stres

Saat ini, isolasi sosial seringkali dibuat sebagai bentuk hukuman, karena populasi manusia yang terus meningkat di seluruh dunia. Perasaan kesepian juga dianggap lebih buruk secara mental dan fisik, karena orang yang mengalaminya tidak merasa sehat dan juga tidak merasa tidak sehat.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com
stres

 

Menurut survei yang pernah dilakukan, Inggris adalah negara paling sepi di Eropa, di mana epidemi kesepian di negara tersebut telah menghabiskan dana sebanyak 26 juta Dolar per tahun untuk biaya terkait kesehatan sehari-hari. Para ahli menyarankan untuk selalu mempertimbangkan keadaan sosial setiap orang ketika melakukan kontak sosial dengan siapapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *