Beraksi di 100 TKP, ‘Raja dan Ratu Curanmor’ dibekuk di Padang

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang meringkus pasangan suami istri (pasutri) bernama Irvan Forzul (34) dan Merry Corina (38), pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pelaku yang dijuluki ‘Raja dan Ratu Curanmor’ itu telah beraksi sekitar 100 TKP. Pelaku berhasil diringkus di rumah kontrakannya di Perumahan Puri Kartika, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (13/3) pukul 02.30 WIB.

“Penangkapan pelaku sebelumnya berawal dari diamankannya pelaku penadah (pembeli) bernama Arya Putra (28) di Jembatan Ujung Tanah, Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) Kota Padang, sehari sebelumnya,” terang Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz saat jumpa pers di Mapolresta, Rabu (14/3).

Saking banyaknya TKP aksi curanmor yang dilakukannya, pelaku bahkan lupa di mana saja telah beraksi. Hingga kini, hasil pemeriksaan sementara pihak kepolisian dari pengakuan pelaku hanya ingat sebanyak 30 TKP.

“Anggota segera bergerak melakukan pengembangan terkait kasus ini. Mudah-mudahan semua unit sepeda motor hasil curian pelaku dapat kita temukan,” terang Chairul.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Dijelaskannya, dari hasil curian dijual di Kota Padang hingga ke luar kota seperti ke Kabupetan Solok Selatan dan Dharmasraya hingga Kerinci, Provinsi Jambi. Saat ini, imbuhnya, sebanyak delapan unit sepeda motor hasil curian pelaku telah berhasil disita.

“Pelaku menyasar daerah pelosok dan perkebunan. Sementara untuk penjualan satu unit sepeda motor, pelaku bisa menjual seharga Rp 3 juta sampai Rp5 juta, tergantung merk,” ulas Kapolres.

Chairul Aziz mengungkapkan, dalam melakukan kejahatannya pelaku selalu beraksi saat dinihari hingga menjelang pagi kisaran pukul 01.00 – 04.00 WIB. Untuk sasaran, tambahnya, merupakan pemungkinan masyarakat serta kos-kosan.

“Dalam sehari pelaku mengaku menargetkan dua TKP dalam sehari dan bahkan apabila pelaku beruntung bisa tiga TKP. Aksinya ini telah dilakukan kurang lebih selama satu tahun,” katanya.

“Jadi pasutri ini merupakan residivis (pernah dipenjara), suami kasus yang sama sedang istri kasus pencurian. Setelah mereka keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) langsung beraksi, sejak awal tahun 2017,” sambung Chairul Aziz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *