Dari Kucing Sampai Tikus, 6 Makanan Ekstrem dari Minahasa

      Comments Off on Dari Kucing Sampai Tikus, 6 Makanan Ekstrem dari Minahasa

Anda pencinta makanan ekstrem? Cobalah sesekali berkunjung ke Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara. Di sana, ada pasar yang terkenal sampai mancanegara sebagai pasar yang menyajikan berbagai kuliner ekstrem.

Pasar itu bernama Beriman Tomohon. Pasar Beriman Tomohon disebut-sebut juga sebagai surga kuliner ekstrem. Bagaimana tidak? Di sana tersedia berbagai aneka daging hewan yang tak lazim dikonsumsi, dari anjing, kucing, kelelawar, tikus, biawak, monyet, sampai ular piton.

Hal itu lantaran penduduk Minahasa yang dikenal sebagai pemakan beragam daging hewan. Survei Indiyah Wahyuni, dosen Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi pada 2005 menemukan, daging hewan yang paling disukai orang Minahasa adalah tikus dan babi. Daging ayam dan sapi ada di urutan paling belakang.

Berbagai daging hewan yang dijual, ada yang masih hidup, tapi ada juga yang disajikan dalam keadaan sudah tak bernyawa. Daging yang dibeli biasanya akan dibuat berbagai olahan di rumah maupun di berbagai rumah makan.

Berikut enam makanan ekstrem yang dijual di Pasar Beriman Tomohon beserta olahan masakaannya dilansir dari berbagai sumber.

Anjing

Di Minahasa, olahan daging anjing dikenal dengan sebutan RW, singkatan dari Rintek Wuuk (bulu halus). Daging anjing dimasak dengan bumbu khas Minahasa, dapat juga dimasak dengan cabai, jahe, serai, kunyit, bawang merah, daun jeruk dan bumbu lainnya

Kucing

Selain anjing, di Pasar Beriman Tomohon banyak menyajikan daging kucing. Biasanya daging kucing dimasak seperti halnya daging anjing, yakni dengan beragam bumbu RW

Piton

Daging Piton lebih sering dimasak rica-rica, yakni rasa pedas. Adapun bumbu-bumbunya antara lain cabe rawit, langkuas, minyak kelapa, bawang diiris-iris, daun jeruk, kemangi, dan serai.

Tikus

Lebih dikenal sebagai kawok, tikus merupakan makanan yang cukup di gemari masyarakat Minahasa Sulawesi Utara. Namun, tidak semua tikus dapat diolah menjadi masakan yang memanjakan lidah.

Tikus yang diolah menjadi masakan adalah tikus yang ditangkap dari hutan yang mempunyai ekor berwarna putih. Kawok umumnya dijual di pasar tradisional dan semuanya sudah dibakar (gosong dan kering) kecuali untuk bagian ekor.

Pedagang sengaja menyisakan bagian itu karena merupakan salah satu cara pedagang untuk meyakinkan pembeli bahwa itu bukan tikus rumah. Agar lebih lezat, tikus biasanya dimasak dengan daun leilem.

Kelelawar

Di Sulawesi Utara, terdapat satu makanan yang sedikit menyeramkan ketika kita menyantapnya. Paniki namanya, makanan ini menggunakan daging kelelawar sebagai bahan utamanya. Di Pasar Beriman Tomohon banyak menyediakan kelelawar yang disajikan dalam bentuk sudah dibakar