Efek Merokok 2 Kali Lipat Lebih Berbahaya bagi Penderita HIV/Aids

Merokok memang merusak kesehatan bagi siapa saja. Kebisaan merokok bisa menyebabkan penyakit jantung, penyakit saluran pernapasan, dan penyakit kronis lainnya. Apalagi untuk pasien HIV. Merokok efeknya bisa dua kali lebih berbahaya pada tubuh. Apa saja bahaya rokok bagi kesehatan tubuh pasien HIV? Simak ulasannya berikut ini.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Ini membuat orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) menjadi lebih mudah terserang penyakit. Jika tidak diobati, HIV akan menyebabkan AIDS. HIV dapat diobati dengan terapi obat antiretroviral (ART), ini dikonsumsi sepanjang hidup pasien karena sampai ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV.

Obat ini mencegah virus yang merusak limfosit. Bila obat tidak diminum secara rutin, pasien akan resisiten terhadap obat, yang artinya obat-obatan tersebut tidak mempan atau tidak akan memberikan pengaruh pada tubuh. Selain pengobatan, pasien HIV juga diwanti-wanti untuk tidak merokok sekaligus menjauhi asap rokok. Sebab ini akan membahayakan kesehatannya.

Bahaya rokok pada pasien HIV

Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian di Denmark mengungkapkan bahwa pasien HIV yang merokok memiliki angka harapan hidup lebih kecil dibandingkan dengan pasien HIV yang tidak merokok. Seorang pria bernama Brian yang berumur 43 tahun didiagnosis HIV. Dokter segera melakukan pengobatan dan perawatan untuk mengendalikan penyakitnya. Seiring waktu, tubuhnya kembali pulih dan dapat beraktivitas kembali. Namun, kebiasaan merokok membuat Brian mengalami stroke dan hampir kehilangan nyawanya.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Dilansir dari Medscape, Dr. John T. Brooks, pemimpin Tim Penelitian Epidemiologi HIV di Centers for Diseases Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa merokok membahayakan pasien HIV dengan dua alasan.

Pertama, merokok menghambat fungsi limfosit T CD4. Limfosit ini adalah leukosit yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Pada pasien HIV, leukosit yang ada di tubuhnya mengalami kerusakan. Dengan ditambahnya rokok yang menghambat limfosit, maka tubuh akan mudah mengembangkan infeksi tertentu, seperti:

Kedua, senyawa-senyawa yang terkandung pada rokok menyebabkan peradangan kronis pada tubuh dan menurunkan kepadatan mineral pada tulang. Ini menyebabkan terjadinya penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronis.

Setelah mengetahui bahaya rokok, banyak ODHA ingin berhenti merokok

Survei menunjukkan bahwa dua pertiga ODHA yang merokok ingin berhenti merokok. Sayangnya, kebiasaan merokok sulit dihentikan. Ini mungkin membutuhkan tekad yang kuat, bantuan terapis atau dokter, dan orang terdekat pasein untuk mendukungnya berhenti merokok. Bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan saran atau layanan kesehatan yang membantu pasien untuk berhenti merokok. Jauhkan pasien dari asap rokok, walaupun ODHA tidak merokok, berada di sekitar perokok efeknya tetap berbahaya.

Berhenti merokok mendukung kestabilan kesehatan ODHA dan tidak menyia-nyiakan pengobatan yang dilakukan. Ini tentu meningkatkan kualitas hidup pasien dan menghindari pasien dari beberapa penyakit kronis terkait dengan asap rokok. Sebenarnya tanpa HIV pun, asap rokok dapat membahayakan kesehatan. Untuk itu, berhenti merokok dan beralihlah ke pola hidup sehat untuk menghindari risiko penyakit kronis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *