Gara-Gara Sering Kesurupan, Siswa SMP Diketahui Telah Diperkosa Usai Latihan Silat

      Comments Off on Gara-Gara Sering Kesurupan, Siswa SMP Diketahui Telah Diperkosa Usai Latihan Silat

AS (37) baru mengetahui jika anaknya AM (13) baru saja menjadi korban perkosaan. Itu diketahui setelah AM sering mengalami kerasukan. Perkosaan dilakukan usai siswi SMP di Palembang itu dicekoki minuman keras.

Tak terima anak remajanya diperlakukan tak senonoh, AS melaporkan kasus ini ke polisi. Dia berharap, terduga pelaku berinisial FR (17) yang tak lain dekat teman korban ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepada petugas, AS mengaku sejak awal sudah menaruh curiga dengan perilaku anaknya yang tak biasa. AM sering melamun, teriak dan meracau hingga kesurupan. Beberapa kali ditanya, korban tak pernah menjawab. Dia pun memutuskan meminta bantuan paranormal agar mengetahui penyakit yang dialami anaknya.

AS kaget bukan kepalang mendengar pernyataan paranormal itu bahwa anaknya trauma berat akibat menjadi korban perkosaan. AS mencari tahu lebih banyak dari beberapa teman anaknya.

“Ternyata anak saya kesurupan itu gara-gara diperkosa, dia tidak cerita dan akhirnya trauma sering melamun dan meracau di rumah,” ungkap AS saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Selasa (20/11).

Sang ayah mendapat petunjuk siapa pelakunya. Dari keterangan rekan korban, pelaku tak lain adalah teman dekat korban, FR, di indekosnya pada 4 November 2018 dini hari.

“Anak saya mau pulang dari latihan pencak silat, FR malah mengajaknya ke ke kos. Di sana, anak saya dicekoki minuman keras dan diperkosa waktu sudah tak sadar,” terangnya.

Dia berharap FR segera ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. AS tak rela masa depan anaknya hancur dan psikologisnya terganggu karena diperkosa.

“Anak saya masih trauma, sering murung. Kami tidak mau pelaku hidup bebas tanpa beban, dia harus ditangkap,” kata AS penuh harap.

Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andi Haryadi mengatakan, kasus ini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim dengan bukti hasil visum dokter. Terlapor akan dipanggil untuk diperiksa dan jika terbukti akan dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Sedang diproses penyidik, jika bukti kuat terlapor akan langsung ditangkap,” kata dia.