Gunung Agung Erupsi, Bandara Ngurah Rai Bali Beroperasi Normal

      Comments Off on Gunung Agung Erupsi, Bandara Ngurah Rai Bali Beroperasi Normal

Dewaporkas – PT Angkasa Pura I (Persero) memastikan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali masih beroperasi normal meski ada erupsi Gunung Agung pada Minggu (30/12/2018) pagi ini.

“Penerbangan masih normal karena skalanya masih kecil dan arah angin juga ke timur,” kata Kepala Humas PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsan saat dihubungi Dewaporkas.

Dewaporkas – Arie juga menambahkan, minat masyarakat berkunjung ke Bali hingga kini masih tergolong cukup tinggi.

Selama libur Natal dan Tahun Baru terjadi lonjakan penumpang sebesar 23 persen sejak 20 Desember hingga kini.

“Kalau jumlah pergerakan pesawatnya naik 12 persen, menurut pantauan posko kami,” ungkapnya.

Gunung Agung di Bali mengalami Erupsi. Peristiwa itu terdeteksi terjadi pada pukul 04.09 WITA.

“Erupsi Gunung Agung ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 3 menit 8 detik,” bunyi keterangan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Minggu (30/12/2018).

–Arie juga menambahkan, minat masyarakat berkunjung ke Bali hingga kini masih tergolong cukup tinggi.

Selama libur Natal dan Tahun Baru terjadi lonjakan penumpang sebesar 23 persen sejak 20 Desember hingga kini.

“Kalau jumlah pergerakan pesawatnya naik 12 persen, menurut pantauan posko kami,” ungkapnya.

Gunung Agung di Bali mengalami Erupsi. Peristiwa itu terdeteksi terjadi pada pukul 04.09 WITA.

“Erupsi Gunung Agung ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 3 menit 8 detik,” bunyi keterangan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Minggu (30/12/2018).

Dewaporkas – Arie juga menambahkan, minat masyarakat berkunjung ke Bali hingga kini masih tergolong cukup tinggi.

Selama libur Natal dan Tahun Baru terjadi lonjakan penumpang sebesar 23 persen sejak 20 Desember hingga kini.

“Kalau jumlah pergerakan pesawatnya naik 12 persen, menurut pantauan posko kami,” ungkapnya.

Gunung Agung di Bali mengalami Erupsi. Peristiwa itu terdeteksi terjadi pada pukul 04.09 WITA.

“Erupsi Gunung Agung ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 3 menit 8 detik,” bunyi keterangan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Minggu (30/12/2018).

–Imbauan untuk warga–

Dewaporkas – Saat ini, Gunung Agung masih berada di level III (Siaga). PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di Zona Perkiraan Bahaya. Radiusnya 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Zona Perkiraan Bahaya bersifat dinamis. BMKG dan Kementerian ESDM terus mengevaluasi kondisinya.

Peringatan juga diberikan kepada masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Ada potensi ancaman bahaya aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.