India Tetap Diresmikan Patung Tertinggi di Dunia Walaupun Di Protes

Perdana Menteri India, Narendra Modi, meresmikan patung pejuang persatuan Sardar Vallabbhai Patel pada Rabu, 31 Oktober 2018, dengan pengawalan ketat. Patung yang disebut sebagai yang tertinggi di dunia ini –182 meter– berada di negara bagian Gujarat.

Sardar Vallabbhai Patel merupakan seorang pemimpin kemerdekaan India. Patung ini dikenal sebagai “Patung Kesatuan”. Patel juga menjabat sebagai menteri dalam negeri pertama negara itu, setelah pemerintahan kolonial Inggris berakhir pada 1947.

Untuk membangun patung ini, ratusan ribu petani dari seluruh India datang bersama-sama untuk menyumbangkan peralatan mereka, bagian dari tanah mereka dan gerakan massal yang dikembangkan di sekitar patung itu,” kata Modi dalam pidatonya, seperti dilansir dari DW, Kamis (1/11/2018).

Patung ini dua kali lebih tinggi dari Patung Liberty di New York dan juga lebih tinggi dari patung tertinggi berikutnya di dunia, Garuda Wisnu Kencana (130 meter). Patung yang dilapisi perunggu tersebut terdiri dari hampir 100.000 ton baja dan beton.

Selain itu, di lokasi patung juga akan didirikan sebuah museum yang didedikasikan untuk kehidupan dan karya Patel, seperti sekitar 40.000 dokumen, 2.000 foto dan pusat penelitian.

Keamanan Tinggi

Pesawat jet, helikopter angkatan udara dan sekitar 5.000 polisi, turut mengamankan area sekitar patung itu ketika diresmikan. Modi dihujani kritik karena melanjutkan proyek patung yang menelan biaya sekitar 29,9 miliar Rupee atau sekitar Rp 6 miliar.

Warga di distrik Narmada, di negara bagian Gujarat di mana patung itu berada, mengancam akan terus memprotes pendirian patung itu. Mereka mengklaim bahwa proyek tersebut telah menghancurkan sumber daya alam dan banyak keluarga yang harus direlokasi dari situs patung itu.

Mereka pun belum mendapat kompensasi dari pemerintah India.

“Saya tidak menentang Sardar, tapi apa gunanya patung itu jika orang-orang harus menderita dan dipindahkan dari rumah mereka?” ujar kepala daerah dan pemimpin kelompok masyarakat setempat, Chotu Vasava.

Pemerintah di negara bagian Gujarat membantah dan mengatakan bahwa 185 keluarga yang dipindahkan untuk membuat ruang untuk patung itu telah mendapat kompensasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *