Ini Pesan Ketua DPRD Jatim Kepada Penolak Patung Raksasa di Tuban

5468cfa3-d166-4b87-ac20-3c2805a89f6a_169

Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar ikut tersinggung dengan berdirinya patung Kwaan Sing Tee Koen di Kabupaten Tuban. Meski begitu, masyarakat diminta tetap dingin dan tidak mudah ditumpangi siapapun.

“Kalau dikatakan tersinggung, saya juga tersinggung. Tapi maksud saya, jangan mudah ditumpangi oleh siapapun,” kata Abdul Halim Iskandar disela menemui massa dari Bhoemi Poetra Menggoegat di ruang Banggar DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (7/8/2017).

Dalam pertemuan tersebut, beberapa perwakilan menyampaikan bahwa tidak ada maksud sara, etnis. Tapi, pergerakannya untuk nasionalisme, karena tidak ingin bangsa ini tercabik-cabik, ternodai dan terlukai dengan berdirinya patung tersebut.

Massa juga mengusulkan agar ada kepekaan, kepantasan dan jangan melakukan sesuatu intoleran mengusik rasa kebersamaan di Jawa Timur yang kondusif.

“Saya sependapat dengan tiga hal itu, kepekaan, kepantasan dan toleransi. Tapi, bagaimana masalah ini dapat diselesaikan, tapi bukan membersakan intoleransi, perbedaaan. Tapi fokus pada peraturan perundang-undangan, dan terjebak permasalahan yang membawa-bawa agama, suku, golongan, ras atau kelompok tertentu,” ujarnya.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Ia mendapatkan informasi bahwa, pendirian patung tersebut karena terkendala izin mendirikan bangunan (IMB). Persoalan tersebut diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Tuban.

“Kalau kita sudah bicara bareng-bareng, secara kekeluargaan maupun formal, tapi kok IMB-nya keluar. Saya akan turun kesana. Berarti Pemkab Tuban tidak aspiratif terhadap permasalahan masyarakat Jawa Timur dan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar didampingi Gatot Sutantra, Agus Maimun, Abdul Halim (anggota DPRD Jatim) di ruang Badan Anggaran DPRD Provinsi Jatim.

Dalam pertemuan tersebut, massa meminta Ketua DPRD Jatim menandatangani kesepakatan dari pertemuan tersebut. Usai diterima, massa yang dari berbagai elemen organisasi masyarakat membubarkan diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *