Jerapah Putih Langka Terlihat untuk Pertama Kalinya di Alam Liar

Melihat hewan di alam liar memang menyenangkan, apalagi jika mereka hidup dengan bebas meskipun kecemasan mereka bertemu dengan pemangsa selalu ada. Maka tidak heran, jika hewan-hewan akan memiliki kulit yang sama dengan habitatnya.

Menjadi berbeda bukanlah hal yang menguntungkan, apalagi jika itu adalah sebuah kelainan genetik seperti albino. Seperti sepasang jerapah putih yang langka ini, di mana mereka adalah ibu dan anak.

Mereka telah terlihat di Kenya dan tertangkap dalam video untuk pertama kalinya. Apa yang menyebabkan keduanya berbeda? Dan bagaimana mereka bisa bertahan hidup di tengah alam liar yang begitu menantang?

Dikutip dari Daily Mail, jerapah unik ini menderita kondisi genetik yang disebut leucism, yang mencegah pigmentasi pada sel kulit dan menghasilkan warna putih pucat.

Yuk Gabung ke LobbyQQ Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Tidak seperti albinisme dimana hanya ada tidak adanya melanin, leucism adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh penurunan beberapa jenis pigmen.

Dan rekaman jerapah khas ini difilmkan di Ishaqbini Hirola Conservacy di daerah Garissa di Kenya, oleh para konservasionis setelah penduduk setempat memberi informasi akan keberadaan mereka.

Awal tahun ini di bulan Juni, Hirola Conservation Program (HCP) mengatakan dalam sebuah posting blog bahwa jerapah pertama kali dilaporkan oleh penduduk desa setempat.

“Mereka begitu dekat dan sangat tenang dan sepertinya tidak terganggu oleh kehadiran kita. Ibu terus mondar-mandir beberapa meter di depan kami sambil menandakan jerapah bayi untuk bersembunyi di balik semak-semak,” ucap juru bicara HCP.

Menurut HCP, selain video ini, hanya dua penampakan yang diketahui telah ditangkap di Kenya dan Tanzania.

Laporan pertama jerapah putih di alam liar terjadi pada bulan Januari 2016 di Taman Nasional Tarangire, Tanzania dan yang kedua pada bulan Maret 2016 di pemeliharaan Ishaqbini, daerah Garissa, Kenya.

Diperkirakan bahwa ini adalah pertama kalinya seseorang menangkap rekaman video, dari penampakan jerapah putih yang jarang terjadi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *