Jutaan Batang Rokok dan Ratusan Miras Ilegal Dimusnahkan

8d5fa366-c7c7-4541-994f-ade9a1cd6f8d

Bea Cukai kembali memusnahkan jutaan batang rokok dan ratusan miras ilegal di berbagai wilayah di Indonesia. Kerugian negara dari barang ilegal tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Dalam keterangan tertulis dari Bea Cukai, pemusnahan tersebut dilakukan di Samarinda (Kalimatan Timur), Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau) dan Teluk Bayur (Kalimantan Utara).

Kepala Kantor Bea Cukai Samarinda, Yudiyarto mengatakan rokok ilegal dan minuman keras yang dimusnahkan merupakan barang kena cukai yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Yaitu yang tidak dilekati pita cukai maupun yang dilekati pita cukai bukan peruntukannya.

“Barang-barang yang dimusnahkan ini merupakan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan tahun 2016-2017. Kita tidak tahu kandungan rokok ini, benar tembakau atau bukan, karena pembuatannya tidak diawasi oleh instansi terkait. Sama halnya dengan obat-obatan dan handphone rakitan,” ujar Yudiyarto.

Yudiyarto menambahkan, petugas Bea Cukai Samarinda melakukan patroli darat untuk mengawasi peredaran Barang Kena Cukai (BKC-HT/Rokok dan BKC-MMEA), dan juga pengawasan arus lalu lintas barang kiriman pada Kantor Pos Lalu Bea Samarinda. Dari hasil pengawasan tersebut telah dilakukan beberapa penindakan terhadap BKC-HT/Rokok, BKC-MMEA dan Barang Kiriman pada Kantor Pos Lalu Bea Samarinda.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Barang-barang yang dimusnahkan adalah BKC-HT rokok 4.509.400 batang berbagai merek dengan nilai Rp 2.254.700.000 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 1,8 miliar, BKC-MMEA sebanyak 780 botol berbagai merek dengan nilai barang Rp 277.800.000, dan barang kiriman pada Kantor Pos Lalu Bea Samarinda, berupa satu bungkus obat-obatan, lima karton Suplemen, enam bungkus dan tiga karton kosmetik, satu buah dan dua karton seks toys, dan enam karton telepon selular bekas.

Sementara itu Kepala Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarmadi berharap partisipasi dan koordinasi dari semua pihak. Baik masyarakat maupun institusi penegak hukum, untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai hasil tembakau/rokok, minuman mengandung etil alkohol serta barang-barang yang dilarang dan atau dibatasi pemasukan maupun peredarannya.

“Juga kepada petugas Bea Cukai Samarinda agar meneruskan koordinasi dan menjalin sinergi antar aparat penegak hukum sehingga dapat memberantas peredaran barang ilegal, khususnya di wilayah Samarinda,” tutur Agus.

Bea Cukai Tanjung Balai Karimun memusnahkan 844 botol minuman mengandung alkohol, 1.141.232 batang rokok ilegal, 505 karung pakaian bekas dan barang bekas lainnya. Barang-barang tersebut telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara tahun 2016 dan tahun 2017 dengan perkiraan nilai sekitar Rp 711 juta dan potensi kerugian negara sebesar Rp 408 juta.

“Barang-barang yang dimusnahkan ini merupakan hasil penindakan yang dilakukan oleh petugas Bea Cukai Tanjung Balai Karimun,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai II, Syahrul Bastian.

Bastian juga menyampaikan bahwa dasar hukum pemusnahan barang-barang ini adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 240/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Milik Negara yang Berasal Dari Aset eks Kepabeanan dan Cukai, surat persetujuan pemusnahan dari Direktur Jenderal Kekayaan Negara serta Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atas nama Menteri Keuangan.

Pemusnahan minuman mengandung alkohol dilakukan dengan cara dihancurkan menggunakan alat berat. Sedangkan rokok ilegal dan barang bekas dilakukan dengan cara dibakar.

“Pemusnahan dilakukan sampai dengan barang-barang tersebut tidak mempunyai nilai ekonomis lagi,” pungkas Bastian.

Bea Cukai Teluk Bayur melakukan penindakan atas Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC-HT) berupa rokok ilegal di Jalan Lintas ByPass-Sumatera Barat.

Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Andhi Pramono, mengatakan 2,5 juta batang rokok yang ditindak merupakan rokok yang menggunakan pita cukai salah peruntukan. Barang bukti tersebut diproduksi dengan merek jual Rolling dan diangkut dengan truk boks.

“Dari penindakan ini, diketahui perkiraan nilai barang yaitu Rp 3,1 miliar, dan potensi penerimaan cukai yang berhasil diselamatkan adalah sekitar Rp 1,55 miliar,” jelas Andhi.

Dari penindakan tersebut diamankan juga dua orang tersangka yang diduga sebagai sales dan sopir truk. Saat ini, petugas masih terus melakukan proses pengembangan, pemeriksaan saksi-saksi, dan pencacahan terhadap barang bukti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *