Kuliner Malam Jumat: Nongkrong Semalaman dengan Aneka Rasa Kekinian Roti Bakar Oke

      Comments Off on Kuliner Malam Jumat: Nongkrong Semalaman dengan Aneka Rasa Kekinian Roti Bakar Oke

Malam makin larut, kunjungan tamu di kedai Roti Bakar Oke tak kunjung menyurut. Ditingkahi suara nyaring para pengamen, pengunjung asyik menikmati rasa roti bakar pilihan masing-masing.

Berlokadi di Jalan KH Agus Salim Nomor 180, Bekasi Timur, kedai ini buka dengan desain bernuansa Indonesia. Kedai dengan tagline ‘Beda-beda tapi tetap OKE’ ini mulai beroperasi pukul 6 sore hingga pukul 2 pagi.

Varian rasa yang ditawarkan warung roti bakar OKE bervariasi. Menu andalannya adalah rasa kekinian, yakni roti coklat mozarella, kornet atau sosis mozarella telur, roti coklat, tiramisu, dan ovomaltine.

Bila tak sreg, Anda bisa memesan khusus rasa roti bakar yang diinginkan. Roti kemudian disajikan di atas talenan kayu kecil yang dilapisi kertas minyak. Sebagai pendamping, Anda bisa memesan roti asin, mi instan dan minuman pendukung lainnya.

Anda dapat menikmati varian roti bakar setiap hari, kecuali Senin. Harga satu porsi roti bakar hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

Dengan harga relatif terjangkau, kedai yang dibuka pada 23 September 2018 itu cepat menarik perhatian orang. Walau kawula muda yang menjadi target utama, orang-orang tua juga ikut menikmati.

Pemilik kedai, Yonathan Nikson mengatakan kedainya sengaja mendesain tempat itu dengan tema nasionalis. Hal itu terlihat dari penempatan sejumlah ikon Indonesia pada dinding berlatar hitam dan motif wajik.

Didirikan empat orang dengan latar belakang pendidikan berbeda, kedai roti bakar itu menggunakan nama ikon yang sudah familiar bagi pengunjung untuk menamai meja tamu. Misalnya, lempuyangan dan monas. Nama itu tertulis di selembar kertas dan ditancapkan di sebuah botol yang menjadi hiasan meja.

“Lempuyangan ready, monas ready…,” begitu teriak pelayan bila pesanan siap diantarkan.

Berawal dari Lima Meja

Didesain semi outdoor, Anda tidak akan merasa kepanasan lama-lama nongkrong di sini. Apalagi, ada kipas angin untuk menambah kenyamanan Anda. Selain itu, meja diatur agar bisa sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

“Awalnya meja cuma lima dan itu meja panjang. Tapi melihat reaksi yang dateng berdua seperti kurang nyaman, akhirnya kami menambahkan jumlah meja dengan bentuk yang lebih unik dan ukuran lebih kecil,” ujar Yonathan kepada pada Minggu, 21 Oktober 2018.

Selain desain tempat dan menu yang disajikan, pemilik kedai juga membuat pendekatan berbeda dengan menyapa pelanggan secara personal. Pelayanan tersebut mampu membuat tamu yang baru datang langsung terkesan.

“Saya baru ke sini, terus udah disapa gitu sama pelayannya,” kata Dessy kepada

Ia mengaku tertarik datang mencoba setelah melihat papan nama kedai roti bakar. Ia juga tertarik dengan lampu kedai yang kuning redup. “Jadi tertarik gitu dan pas masuk merasa adem, ada musik-musik gitu yang diputarkan gitu,” lanjut Dessy