Lewat petisi online, Imron perjuangkan Tik Tok ditutup di Indonesia

Pemerintah resmi memblokir aplikasi Tik Tok. Ternyata sebelumnya, petisi meminta aplikasi tersebut diblokir telah menyeruak di laman change.org. Petisi itu disampaikan oleh Agustiawan Imron pada 1 minggu yang lalu dengan judul ‘Blokir Aplikasi Tik Tok’.

Dalam petisi tersebut, Imron menuliskan perihal alasan mengapa seharusnya pemerintah memblokir aplikasi video pendek tersebut. Menurutnya, semakin lama aplikasi Tik Tok makin menunjukkan perilaku penggunanya yang tak lazim. Seperti menyalurkan kebodohan untuk banyak kalangan.

“Contohnya video Tik Tok anak-anak yang joget (maaf) dan bahkan sampai ke video pornografi. Bahkan yang terbaru adalah Tik Tok menjadikan sholat/ibadah sebagai alat hiburan (sangat tidak layak),” tulisnya seperti yang dikutip dari akunnya, Change.org, Selasa (3/7).

Oleh sebab itu, dia meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memblokir aplikasi tersebut.

“Negara ini butuh panutan yang baik, bukan tontonan alay yang malah memancing orang lain untuk membuat hal yang serupa dan berujung kepada kebobrokan mental anak bangsa. Tidak perlu kita hakimi siapapun, karena kita hanya butuh satu solusi BLOKIR APLIKASI TIKTOK,” katanya.

Tik Tok diblokir

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Tak lama kemudian, Kemkominfo memblokir situs video pendek tersebut dengan sebelumnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian PPA & KPAI. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, banyak konten negatif yang ada di aplikasi tersebut terutama bagi anak-anak.

“Kami sudah menghubungi TikTok untuk membersihkan kontennya. Pendekatannya kami lakukan seperti kepada Bigo yang telah membersihkan dan menjaga kontennya. Ada puluhan staf Bigo yang kerjanya membersihkan konten Bigo untuk Indonesia, maka Bigo kami buka lagi,” kata Rudiantara.

Dia mengatakan aplikasi video pendek Tik Tok pada dasarnya adalah platform yang sehat. Di mana setiap orang bisa mengekspresikan kreativitas dalam aplikasi tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, aplikasi tersebut justru disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif.

“Sebenarnya platform live streaming seperti Tik Tok bagus untuk mengekspresikan kreativitas, namun jangan disalahgunakan untuk hal yang negatif, katanya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Selasa (3/7).

Oleh sebab itu, untuk meminimalisir dampak dari konten negatif yang ada di aplikasi itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memutuskan untuk memblokirnya.

Meski begitu, Kemkominfo juga melakukan komunikasi dengan pihak aplikasi Tik Tok untuk membersihkan seluruh konten negatif. Hal ini pun bila aplikasi Tik Tok ingin dibuka aksesnya seperti sedia kala.

“Kami sudah menghubungi Tik Tok untuk membersihkan kontennya. Pendekatannya kami lakukan seperti kepada Bigo yang telah membersihkan dan menjaga kontennya. Ada puluhan staf Bigo yang kerjanya membersihkan konten Bigo untuk Indonesia, maka Bigo kami buka lagi,” jelas Rudiantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *