Mata Ditutup dan Digantung, 11 Orang Dalam 1 Keluarga Bunuh Diri Massal di India

      Comments Off on Mata Ditutup dan Digantung, 11 Orang Dalam 1 Keluarga Bunuh Diri Massal di India

Berita Terkini – Satu keluarga beranggotakan 11 orang di India ditemukan tewas di New Delhi dengan 10 korban dalam keadaan ditutup matanya dan tergantung di langit-langit. Laporan awal menyebutkan bahwa kasus ini diduga sebagai bunuh diri massal yang berhubungan dengan ritual spiritual, namun polisi menyatakan tidak menutup adanya kemungkinan lain.

Diwartakan RT, Senin (2/7/2018), jasad dari tujuh wanita dan empat pria ditemukan di daerah Burari, pinggiran Kota New Delhi pada Minggu, 1 Juli. Jasad-jasad itu ditemukan oleh tetangga yang segera menghubungi polisi.

 Saat pihak berwenang tiba di lokasi kejadian, mereka menemukan 10 jasad dengan mata ditutup dan telinga yang disumpal kapas tergantung dari batangan besi yang ditahan dengan kabel dan chunnis, selendang yang memiliki motif keagamaan. Jasad korban ke-11, seorang pria berusia 70-an ditemukan tergeletak di lantai dalam keadaan tercekik.

Polisi mengatakan, para korban adalah anggota dari satu keluarga dan diyakini melakukan bunuh diri massal bermotif kepercayaan. Pihak berwenang tidak menemukan satu pun upaya masuk secara paksa ke dalam rumah, luka tembak atau tanda-tanda apa pun yang menunjukkan sebuah pembunuhan.

Menurut laporan, polisi menemukan catatan tulis tangan yang menunjukkan bahwa keluarga tersebut telah melakukan persiapan secara detail untuk melakukan “penyelamatan massal” dan telah dengan seksama mencari cara untuk menggantung diri mereka sendiri. Tidak ada catatan bunuh diri yang ditemukan di lokasi kejadian. Hanya seekor anjing yang ditemukan dalam keadaan hidup di dalam rumah tersebut.

“Berdasarkan bukti-bukti, para korban berada dalam “pengamatan beberapa praktik spiritual atau mistis tertentu”,” demikian disampaikan polisi dalam pernyataannya.

“Secara kebetulan, catatan-catatan ini memiliki kesamaan yang kuat dengan cara di mana mulut, mata, dan lain-lain dari almarhum diikat dan ditempel, ” tambah pernyataan tersebut.

Sementara menunggu laporan otopsi para korban, termasuk dua anak laki-laki berusia 15 tahun, polisi terus mempertimbangkan berbagai kemungkinan penyebab kematian dan memperlakukan insiden itu sebagai kasus pembunuhan. Tim penyelidik masih memeriksa catatan panggilan dari ponsel para korban untuk mencari petunjuk dan mewawancarai para saksi.

“Masih terlalu dini (untuk tahu apa yang terjadi). Ini adalah investigasi yang sedang berlangsung dan kami belum mengesampingkan apa pun, ”kata sumber polisi kepada AFP.

Salah satu versi dari kejadian tersebut yang disebarkan oleh sumber polisi anonim, bunuh diri massal dimulai setelah anggota keluarga itu makan malam dengan hidangan yang dibubuhi obat bius. Salah satu anggota keluarga kemudian menutup mata anggota keluarga lainnya yang tidak sadarkan diri sebelum menggantung mereka.