Meski hasil tes urine negatif, Roro Fitria tetap diproses

      Comments Off on Meski hasil tes urine negatif, Roro Fitria tetap diproses

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, berdasarkan dari tes urine Roro Fitria negatif narkoba. Atas dasar itu sementara Roro dinyatakan tak terbukti mengonsumsi narkotika jenis sabu.

“Negatif (hasilnya),” ujarnya kepada merdeka.com, Kamis (15/2) malam.

Meskipun demikian, Suwondo tetap melakukan proses hukum terhadap Roro. Sebab, hal ini dilakukan berdasarkan bukti-bukti yang telah dimiliki kepolisian.

“Iya dong,” singkatnya.

Sebelumnya, jajaran Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah berhasil mengamankan seorang fotografer yang menyuplai sabu seberat 2,4 gram ke Roro Fitria, bernama Wawan Hartawan (40). Berdasarkan Roro, dirinya memakai untuk perayaan ‘valentine’.

“Pas kita tanya RF ternyata benar dia mengakui, dan kemudian untuk apa? Informasinya akan digunakan tanggal 14 malam hari valentine,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/2).

Katanya, Roro memesan barang haram itu pada Selasa (13/2) lalu. Namun, barang itu tak ada.

“Awalnya pemesan (Roro Fitria) tanggal 13 malam, tapi barang kosong baru adanya tanggal 14. Awalnya itu pemesanan ada 3 gram, tapi saat ini baru ada 2 gram,” ujarnya.

Roro yang ditangkap di rumahnya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, pada pukul 13.00 WIB, terancam kurungan di atas lima tahun penjara.

“Yang bersangkutan kita kenakan pasal 112, 114 dan 132 ancaman 5 tahun lebih,” pungkasnya.

Penyidik Narkoba Polda Metro Jaya masih mendalami kasus narkoba yang melibatkan artis Roro Fitria. Berdasarkan pengakuan dari penyuplai bernama Wawan Hartawan, barang haram itu didapatkan dari seorang inisial YK.

“Jadi tersangka WH ini kedapatan ada dua klip narkoba jenis sabu dalam bungkus rokok. Setelah ditangkap kita selidiki, ternyata barang itu dari YK, yang saat ini masih DPO,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/2).

Dia mengatakan, menurut keterangan Roro, Wawan mencari sabu itu kepada seorang bandar berinisial YK yang berada di luar Jakarta. Setelah dapat, Wawan menghubungi Roro dan terjadilah transaksi.

“Jadi RF menghubungi WH untuk mencarikan narkotika jenis sabu. Jadi WH ini pun sempat berhubungan keluar Jakarta, dari luar Jakarta hubungin YK. Setelah berkomunikasi dengan YK yang DPO ini, terjadilah transaksi itu,” jelasnya.

Menurutnya, Roro telah melakukan transfer uang sebesar Rp 5 juta buat membeli 2,4 gram barang haram itu.

“Rp 5 juta untuk pemesanan barang tersebut, dengan catatan Rp 4 juta untuk barang dan Rp 1 juta untuk jasa,” katanya.

Menurut pengakuan Roro, sabu tersebut akan digunakannya saat merayakan Hari Valentine.