Pasukan AS Enggan Tinggalkan Irak meski ISIS Sudah Kalah

pasukan-as-enggan-tinggalkan-irak-meski-isis-sudah-kalah-Ipq

BAGHDAD – Pasukan AS dan pasukan koalisi internasional kemungkinan akan tetap tinggal di Irak meskipun kelompok teroris ISIS sudah dikalahkan.

Isyarat pasukan AS yang tak akan hengkang dari Irak ini disampaikan komandan tertinggi Washington di Irak, Jenderal Stephen Townsend. Komentar itu muncul setelah Baghdad memproklamirkan kemenangan pasukannya atas kelompok Islamic Stateatau ISIS di Mosul.

Mosul, kota terbesar kedua Irak direbut kembali pasukan pemerintah Baghdad setelah operasi militer bersama tentara Kurdi Peshmerga yang didukung AS selama delapan bulan. Kemenangan tentara Irak juga berkat dukungan serangan udara koalisi internasional yang dipimpin AS.

”Pemerintah Irak telah menyatakan ketertarikannya untuk memiliki pasukan AS dan pasukan koalisi tetap ada setelah kekalahan ISIS,” kata Townsend dalam konferensi video dari Baghdad. “Pemerintah kita sama-sama tertarik untuk itu.”

Menurutnya, jumlah pasukan AS tidak akan berubah dalam waktu dekat. ”Jadi pertempuran ini masih jauh dari selesai. Jadi, saya tidak berharap melihat adanya perubahan signifikan dalam tingkat pasukan kita dalam waktu dekat, karena masih ada kerja keras yang harus dilakukan,” ujarnya.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Misi tempur AS di Irak sejatinya berakhir pada tahun 2011, setelah sebagian besar tentara Amerika pergi. Namun, beberapa kontingen tetap menjadi penasihat untuk tentara Irak.

Selama ISIS meraih kemajuan pada tahun 2014, militer Irak tidak dapat menghentikan kelompok teroris itu. Townsend khawatir situasi semacam itu muncul lagi.

”Kita semua bisa melihat kembali ke akhir tahun 2011 ketika pasukan AS dan koalisi meninggalkan Irak untuk yang terakhir kalinya, dan melihat apa yang dimainkan dalam tiga tahun intervensi tersebut. Saya tidak berpikir kita ingin mengulanginya,” imbuh Townsend, seperti dilansir Russia Today, Kamis (13/7/2017).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *