Pasutri Gelapkan Uang Diler Mobil untuk Beli Rumah dan Kendaraan Mewah

0c062847-4a3c-4f92-a91e-caea22a0aad4_169

Perilaku pasangan suami istri di Kalimantan Timur ini sangat tidak terpuji. Mereka menggelapkan uang senilai Rp 25 miliar milik perusahaan tempat si istri bekerja untuk membeli rumah dan kendaraan mewah.

Kasus ini dibongkar oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Kaltim setelah adanya laporan dari manajemen diler mobil PT Serba Mulia Auto (SMA) Samarinda.

Awalnya perusahaan menemukan adanya piutang senilai Rp 5,6 miliar. Curiga dengan temuan awal tersebut pihak manajemen akhirnya melakukan audit internal hingga akhirnya ada temuan kerugian perusahaan yang lebih besar senilai Rp 25 miliar.

Pelaku sendiri ialah Ayu Leni Nursanti (30) warga Perumahan Bukit Mediterania Samarinda Utara Kota Samarinda dimana ia bekerja sebagai kasir. Wanita kelahiran Samarinda, 1 Maret 1988 ini dibantu sang suami Jeffrianyah (28) dan Muhammad Deny Rayindra (28) adik kandungnya.

Dari hasil penggelapan pelaku membelanjakan membeli dua unit rumah mewah di kawasan Perumahan Mediterania Cluster Spain Blok B Kelurahan Air Putih Samarinda Utara.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Selain itu juga membeli sejumlah mobil mewah seperti Mercy, Peugeot RCZ, Toyota Fortuner, Daihatsu Copen, motor sport mahal Yamaha YZF R1M.

Modus penggelapan dilakukan Leni dengan memanipulasi data uang muka pembelian kendaraan di perusahaan. Selanjutnya suaminya berpura-pura membeli mobil ke PT SMA sehingga uang masuk ke perusahaan namun Leni mengambil kembali uang tersebut dan diserahkan kepada Jeffri.

“Memalsukan dokumen sehingga uang yang masuk dengan uang yang ada tidak dicurigai. Sehingga tim auditor tidak memonitor baru berlangsung sekian lama baru ada kecurigaan karena ada dokumen pembelian kendaraan,” kata Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin.

Sedikitnya ada 45 unit kendaraan roda empat yang berhasil digelapkan. Dari jumlah tersebut berhasil disita 18 unit. 27 unit lainnya sudah laku terjual oleh pelaku.

“Yang berhasil kita selamatkan dengan melakukan penyitaan aset senilai Rp 9 miliar. Dia juga kita kenakan dengan tindak pidana pencucian uang sehingga seluruh asetnya kita sita dalam jangka waktu terjadinya tindak pidana. Cukup besar kerugian perusahaan sebesar Rp 25 miliar,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *