Penangkapan Kurir Sabu di Medan Sama Seperti di Riau dan Anyer

      Comments Off on Penangkapan Kurir Sabu di Medan Sama Seperti di Riau dan Anyer

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol. Arman Depari mengatakan, pengiriman sekitar 53 kilogram sabu-sabu yang diungkap petugas di Medan, Jumat (5/10) malam,

sama dengan penyelundupan sabu-sabu sebanyak 1 ton lebih di Kepulauan Riau dan Pantai Anyer, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Setelah kita periksa, ternyata barang bukti ini memiliki kesamaan fisik karena dibungkus dengan kemasan berwarna kuning emas,” kata Arman, Sabtu (6/10).

Arman menjelaskan bahwa sabu-sabu yang disita kali ini dibungkus dalam kemasan berwarna kuning keemasan. Padahal narkotika yang diungkap BNN maupun kepolisian di Sumatera Utara sebelumnya selalu dikemas dalam bungkus warna hijau.

“Sabu-sabu yang dikemas dalam kemasan berwarna kuning emas ini memiliki kualitas terbaik,”

.

Dari penangkapan ini Arman menyimpulkan bahwa sindikat narkoba yang beroperasi di Indonesia ternyata mempunyai kaitan satu dengan yang lain.

“Walaupun kalau kita tanya para operator lapangan ini, pasti mereka tidak mengerti. Tetapi jika kita cermati, sindikat ini bisa beroperasi dimanapun dan bisa merekrut kaki tangannya sebagai kurir dalam menjalankan bisnis peredaran gelap narkoba,” ungkapnya.

Berdasarkan data BNN, penyelundupan narkoba paling banyak melalui jalur laut di perairan Aceh dan Sumut. Hanya pola yang digunakan sedikit berubah. Sebelumnya narkoba diselundupkan melalui Aceh yang diatur sindikat asal Aceh dan Sumatera Utara. Namun sekaramg barang haram itu masuk melalui pantai di wilayah Sumatera Utara, seperti Tanjungbalai namun dikendalikan sindikat yang ada di Aceh.

“Ini menjadi kewaspadaan kita semua dan kami juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak terutama pihak kemaritiman, TNI AL, Bea Cukai, Polair dan nelayan untuk memantau jalur laut,” .