Pengamat: Wagub Itu Bukan Kepala Negara

008271900_1509353280-cad71aa7-a2e4-43f8-83cc-ad815a106c2a

Pengamat hukum tata negara, Irmanputra Sidin, mengatakan tak tepat jika Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut diri sebagai kepala negara. Sebab, kata dia, posisi kepala negara itu hanya presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

“Gubernur/wakil gubernur bukan kepala negara,” ujar Irman

Apalagi, kata Irman, saat ini tak ada lagi istilah kepala negara karena sudah ada perubahan konstitusi.

“Tidak ada lagi istilah kepala negara setelah perubahan konstitusi. Yang ada adalah presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan,” ucap Irman.

Polemik istilah ini muncul setelah Sandiaga Uno menyebut diri kepala negara yang dihina oleh tukang ojek pangkalan.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Jumat 3 November pagi, Sandiaga Uno berlari dari rumahnya menuju Balai Kota. Sandiaga sengaja berlari melewati Tanah Abang. Tujuannya untuk mengecek sumber kemacetan dan pedagang kaki lima (PKL).

“Banyak angkot ngetem, kopamilet, ojek ada beberapa lawan arah, diingetin malah membentak saya karena dia enggak tahu siapa, ya,” kata Sandiaga.

Sandiaga mengaku kaget lantaran tegurannya pada tukang ojek di Tanah Abang justru mendapat balasan bentakan. Sandiaga pun berencana merangkul tidak hanya PKL tapi juga ojek pangkalan.

“(Bentakan) Bukan kurang sopan, itu penghinaan kepala negara, kalau buat meme saja dihukum, kalau itu enggak tahu hukumannya apa. Tapi istilahnya lebih banyak mereka, tukang ojek nih,” kata Sandiaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *