Pesawat Meluncur Terbalik di Landasan Saat Singapore Airshow

Singapura – Sebuah pesawat milik tim akrobatik Angkatan Udara Korea Selatan (Korsel) tergelincir dan terbakar saat akan lepas landas dalam Singapore Airshow di Bandara Changi, Singapura. Saksi mata menyebut pesawat itu sempat meluncur di landasan dalam keadaan terbalik.

“Saya melihat pesawat itu berputar ke samping, terbalik dan meluncur di landasan dalam keadaan terbalik,” ucap seorang saksi mata, Gerald Searle (51), seperti dikutip media lokal Channel News Asia, Selasa (6/2/2018).

Saat insiden ini terjadi, Searle sedang berada di Bandara Changi untuk menunggu pesawat tujuan Australia.

“Pesawat itu terbakar, dimulai dari bagian belakang,” imbuh Searle.

Dalam keterangannya, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) menyatakan insiden ini terjadi sekitar pukul 13.24 waktu setempat. Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan tim akrobatik Black Eagles dari Angkatan Udara Korsel.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Disebutkan CAAS, pesawat itu tergelincir dan masuk ke area rerumputan di pinggiran Landasan nomor 1 di Bandara Changi. Pesawat itu terbakar usai tergelincir.

Insiden terjadi saat pesawat itu hendak lepas landas untuk mengikuti program pertunjukan penerbangan dalam Singapore Airshow. “Pilot mengalami luka-luka ringan dan kini menjalani perawatan,” imbuh CAAS.

Usai insiden ini, pertunjukan penerbangan yang dijadwalkan terpaksa dibatalkan. Tim akrobat udara Black Eagles merupakan pertunjukan terakhir dalam pergelaran Singapore Airshow pada Selasa (6/2) ini. Aksi akrobat ini juga melibatkan pesawat dari Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia dan Amerika Serikat.

Pesawat yang mengalami insiden itu merupakan jenis KAI T-50 Goden Eagle, yang merupakan pesawat latih supersonik canggih dan pesawat tempur ringan yang dikembangkan oleh Industri Dirgantara Korea dengan perusahaan AS, Lockheed Martin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *