Polisi Bongkar Prostitusi Online Melalui WhatsApp di Bogor

      Comments Off on Polisi Bongkar Prostitusi Online Melalui WhatsApp di Bogor

Polres Bogor membongkar jaringan prostitusi online melalui Whatsapp. Enam pelaku ditangkap di hotel kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

Enam tersangka tersebut adalah SS (30), TA (27), AL (23), SS (22), JS, dan OR. Mereka memiliki peran masing-masing. JS dan OR sebagai muncikari, SS sebagai pencari pelanggan, dan tiga lainnya sebagai pengantar pekerja seks komersial (PSK).

Selain itu, polisi juga meringkus sembilan orang yang diduga PSK. Kesembilan orang tersebut berinisial SL (22), TW (20), TA (27), EP (20), YP (20), DA (20), YI (22), MS (33), dan TA (33).

Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena mengatakan, bisnis prostitusi online ini terbongkar setelah tim patroli siber mencurigai sebuah laman penyedia jasa pijat. Polisi kemudian menyamar untuk memancing para pelaku.

Setelah polisi menghubungi melalui aplikasi WhatsApp, tersangka membalas dengan mengirimkan daftar sejumlah PSK, lengkap dengan foto, umur, beserta tarifnya.

“Tarifnya mulai dari Rp 900 sampai Rp 2 juta. Penawarannya pijat plus-plus,” kata Ita, Bogor, Selasa (15/8/2017).

Setelah disepakati harga dan pilihan, polisi yang menyamar bertemu dengan PSK, kemudian bertemu di hotel kawasan Sentul.

“Di sana kami tangkap enam orang dalam keadaan telanjang,” ujar Ita.

Hingga Selasa siang, polisi masih memeriksa dan mendalami kasus prostitusi online ini. Polisi menduga keenam tersangka masih memiliki jaringan dengan yang lain.

Polisi juga membongkar kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur pada Jumat, 12 Agustus lalu. Seorang muncikari berinisial SI (47) dan tiga anak perempuan di bawah umur diamankan di hotel kawasan Jalan Raya Ciawi, Kabupaten Bogor.