Pura Besakih, Rekomendasi Liburan di Bali Akhir Pekan

      Comments Off on Pura Besakih, Rekomendasi Liburan di Bali Akhir Pekan

Selain berkunjung ke pantai, wisatawan yang liburan ke Bali juga harus melihat pura. Rekomendasi untuk Anda kali ini adalah Pura Besakih yang terbesar di Pulau Dewata.

Selain dikenal dengan alam dan pantainya yang cantik, Bali juga kental dengan wisata religinya. Kamu bisa berkunjung ke pura di Bali, salah satunya Pura Besakih.

Beberapa waktu lalu, detikTravel bersama Pegipegi berkunjung ke Bali dalam campaign ‘Jelajahi Indonesiamu’. Kami pun berkunjung ke Pura Besakih dan keliling menikmati kawasan pura yang megah.

Pura Besakih berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Bila ditempuh dari Denpasar sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan mobil. Dan hanya 700 meter dari Gunung Agung.

Berada di kawasan seluas 20 hektar, Pura Besakih memiliki 22 kompleks pura dengan areal pusat berada di Pura Penataran Agung. Tidak semua pura bisa dimasuki wisatawan. Beberapa pura hanya diperuntukan untuk orang yang sembahyang saja (sesuai dengan kasta).

detikTravel pun berkeliling kawasan Pura Besakih ditemani oleh Kadek Wardana, salah satu tour guide Pura Besakih. Dia pun mengungkapkan pura ini adalah yang terbesar di Bali.

“Pura Besakih adalah pura umat Hindu terbesar di Bali. Besakih itu artinya selamat. Pura ini dibangun pada abad ke 8 pada masa Rsi Markandeya,” ujar Kadek.

Berdekatan dengan Gunung Agung, tentu dari pura kita bisa melihat megahnya Gunung Agung. Namun sayang sekali, saat detikTravel berkunjung cuaca sedang mendung.

Bangunan pura begitu bersih dan rapi. Terlihat bagaimana sangat terawatnya tempat beribadah terbesar di Bali ini. Setiap harinya, pura ini selalu ramai. Tidak hanya oleh wisatawan, namun juga oleh orang-orang yang ingin beribadah.

Kadek pun menambahkan, bahwa terdapat beberapa upacara besar yang diadakan di pura ini. Dia pun menyarankan jika traveler untuk datang saat upacara agama. Namun kapanpun bisa berkunjung ke sini.

“Ada beberapa upacara besar yang diadakan di sini. Salah satunya adalah upacara pada purnama ke 10, sekitar bulan Maret dan April. Selama 21 hari orang akan berdoa tanpa putus selama 24 jam secara bergantian. Tujuan dari upacara ini adalah untuk memohon anugrah kepada Tuhan,” jelas Kadek.

Untuk berkeliling kawasan Pura Besakih, membutuhkan waktu 40 – 60 menit. Traveler akan melewati ratusan anak tangga dengan pemandangan pura dan sejuknya suhu pegunungan.

Pengunjung juga diperbolehkan untuk berfoto-foto di kawasan pura. Perlu traveler perhatikan, bahwa ada pura-pura yang memang tidak untuk dikunjungi wisatawan, hanya untuk yang beribadah saja.

Untuk masuk ke kawasan pura traveler harus membayar Rp 40 ribu (untuk domestik) dan Rp 60 ribu (untuk turis asing). Dari biaya masuk traveler mendapatkan fasilitas ojek menuju pura, sarung, dan guide.

Kadek pun menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan wisatawan bila ingin masuk ke dalam kawasan Pura Besakih.

“Pura adalah tempat ibadah, tempat yang suci. Pengunjung perempuan yang sedang datang bulan dilarang masuk. Juga harus berpakaian sopan,” tuturnya.