Remaja PKL Dicabuli Buruh Pabrik, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

      Comments Off on Remaja PKL Dicabuli Buruh Pabrik, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

DEWAPORKAS ~ Seorang remaja berusia 16 tahun disekap selama 4 hari oleh AA, buruh yang sehari-hari bekerja di pabrik kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi. Diketahui, remaja perempuan ANS merupakan siswi SMK magang di perusahaan otomatif.

Pengacara korban Habib Muannas Alaidid mengungkap peristiwa memilukan itu terjadi tanggal 6-10 Januari 2019 di sebuah hotel di Cikarang. Hingga kini korban yang diantar pulang oleh pelaku ke rumahnya itu masih depresi, trauma dan menolak pergi ke sekolah.

Dia mengungkapkan, AA yang diketahui sudah beristri dan bekerja sebagai karyawan pabrik membawa ANS secara paksa selama empat hari. Kini keluarga menuntut keadilan agar pelaku ditangkap dan dihukum.

“Korban sudah melakukan visum et repertum terhadap kemaluannya sesaat setelah peristiwa terjadi. Tinggal polisi yang berhak mengambil di rumah sakit sekitar Karawang untuk kepentingan penyidikan,” kata Muannas, Jumat (18/1).

Muannas mengungkap selama empat hari disekap, korban dibawa pelaku berpindah-pindah hotel dan peristiwa pemerkosaan itu terus dialami.

Korban, lanjut Muannas, sempat dilaporkan hilang oleh keluarga kepada polisi. Sebab, saat dihubungi ponselnya tidak pernah ada jawaban dari korban.

“Nah bapaknya curiga, karena biasanya kalau ngejawab itu pakai bahasa Sunda,” kata Muannas seraya menirukan isi jawaban korban ke orangtuanya.

Untuk itu, pihak keluarga melalui Muannas mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Hasil visum, serta sejumlah keterangan saksi maupun korban sudah dikantongi pihal keluarga. Menurut dia, dua alat bukti saja seharusnya sudah cukup bagi polisi untuk menangkap pelaku.

“Kami yakin polisi akan menangkap pelaku. Apalagi ini dilakukan terhadap anak di bawah umur dan masih sekolah. Kami tegaskan, keluarga juga menolak tawaran dari pelaku yang berupaya untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan ganti rugi,” ujarnya.

Muannas mengungkapkan, kasus ini kriminal murni dan kejahatan serius terhadap anak atas dugaan pencabulan dan penyekapan.

Pelaku dapat dijerat Pasal 76D Jo. Pasal 81 UU No. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 328 dan Pasal 333 KUHP.

Begitu juga tuduhan istri pelaku berinisial J yang menyebut korban sebagai pelakor (perebur laki orang). “Kita laporkan sebagai pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat 3 UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE,” katanya.

Dia mengungkapkan, barang bukti yang dibawa dalam laporan tersebut adalah celana dalam dan pakaian korban termasuk kuitansi bukti visum rumah sakit. “Screenshoot serta flasdisk. Kami minta pihak perusahaan tempat pelaku bekerja, pihak sekolah dan juga hotel diperiksa dalam kasus ini,” ujarnya.