Ribuan Warga Malaysia Unjuk Rasa Tolak Penghapusan Hak Keistimewaan Ras Melayu

      Comments Off on Ribuan Warga Malaysia Unjuk Rasa Tolak Penghapusan Hak Keistimewaan Ras Melayu

Puluhan ribu muslim Malaysia kemarin berunjuk rasa turun ke jalanan Ibu Kota Kuala Lumpur untuk menentang rencana pemerintah menghapus status keistimewaan etnis Melayu yang menjadi mayoritas Malaysia

Dilansir dari laman Sidney Morning Herald, Senin (10/12), demo besar ini adalah yang pertama kali sejak Perdana Menteri Mahathir Mohamad memenangkan pemilu Mei lalu.

Demo tersebut juga turut didukung oleh dua partai oposisi terbesar di Malaysia, yang sama-sama memprotes rencana pemerintah untuk meratifikasi atau mengesahkan perjanjian PBB melawan diskriminasi ras.

Banyak kritikus mengatakan dengan meratifikasi perjanjian itu, maka akan mengakhiri keistimewaan etnis Melayu di bawah kebijakan yang sudah berjalan selama beberapa dekade. Rencana untuk mengesahkan aturan itu akhirnya dibatalkan, namun pihak penyelenggara aksi memutuskan untuk melanjutkan demo dengan apa yang mereka sebut unjuk rasa atas rasa syukur.

Bentrokan ras sejak kerusuhan mematikan pada tahun 1969 memang jarang terjadi di Malaysia yang diketahui memiliki multi-ras.

Namun setahun kemudian, Malaysia mengadakan program istimewa yang memberikan hak-hak orang Melayu dalam pekerjaan, pendidikan, kontrak dan perumahan untuk membantu mempersempit kesenjangan kekayaan dengan minoritas Tionghoa.

Etnis Melayu sendiri mencakup hampir dua pertiga dari 32 juta penduduk Malaysia, dengan minoritas Tionghoa dan India yang besar.

Unjuk rasa kemarin terjadi kurang dari dua minggu setelah lebih dari 80 orang ditangkap dalam kerusuhan di sebuah kuil orang India yang terletak di pinggiran kota di luar Kuala Lumpur.

Pemerintah pun dengan cepat menekankan bahwa kekerasan itu disebabkan oleh sengketa tanah dan bukan terkait kerusuhan ras. Meski demikian, pemerintah memperingatkan para warga yang menyaksikan aksi tersebut agar tidak membuat pernyataan provokatif yang bisa memicu ketegangan ras.

Mahathir mengatakan pemerintah mengizinkan demo itu sebagai bagian dari demokrasi, tapi dia juga memperingatkan agar tidak membuat kekacauan. Demo itu diadakan di bawah pengawasan ketat polisi, yang berakhir dengan damai setelah hujan mulai turun.
Sementara itu, Mantan Perdana Menteri Najib Razak, juga berada di antara anggota parlemen oposisi yang mendukung aksi demo itu.

Polisi menyebutkan setidaknya ada 55.000 orang di jalanan. Banyak yang mengenakan kaos putih dan ikat kepala dengan bertuliskan “Tolak ICERD”, mengacu pada perjanjian PBB yang merupakan kesepakatan Internasional untuk Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Ras.