Rumah Sakit Ini Permalukan Perokok Nakal dengan Pengeras Suara

      Comments Off on Rumah Sakit Ini Permalukan Perokok Nakal dengan Pengeras Suara

Perokok yang mencoba-coba untuk menghisap rokok di rumah sakit ini akan “dipermalukan” dengan cara yang unik. Mereka akan diperingatkan oleh sebuah pengeras suara yang diputar dengan sebuah rekaman.

Melansir New York Post pada Jumat (26/10/2018), Rumah Sakit Pinderfields di Wakefield, West Yorks, Inggris, menggunakan pengeras suara untuk mencegah perokok merokok di tempat tersebut. Adapun, kota West Yorks berada di sebelah barat Manchester.

Staf, pengunjung, dan pasien bisa menekan sebuah tombol biru untuk mengaktifkan satu dari sembilan pesan yang direkam sebelumnya. Sebuah suara lalu dikeluarkan dari pengeras suara di luar pintu rumah sakit, yang kerap menjadi tempat berkumpulnya para perokok.

Beberapa pesan tersebut seperti: “Tolong, jangan merokok di luar rumah sakit kami“, “Permisi, apakah Anda bisa mematikan rokoknya?“, “Seorang pengasuh, kakek, ibu, atau ayah sedang menjalani perawatan kanker hari ini.”

Tindakan tersebut diinisiasi oleh The Mid Yorkshire NHS Trust yang merupakan pengelola rumah sakit tersebut. Ide tersebut muncul setelah kebijakan dilarang merokok di semua properti Trust diperkenalkan pada Maret tahun ini.

Banyak Perokok Melanggar Aturan

Pihak The Trust mengatakan, tanda “Dilarang Merokok” yang dipasang di banyak tempat tidak menghalangi para perokok untuk melakukan hal tersebut di pintu rumah sakit. Termasuk area di mana ambulans mengantar pasien.

“Kami telah memperkenalkan sistem itu, karena sangat penting bagi kami mengambil setiap langkah yang mungkin dilakukan untuk mencegah perokok,” ujar Manajer Umum RS tersebut Ian Brodie.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari para pengunjung, terutama yang bukan perokok. Seperti Shirley Parker (67), seorang mantan sales assistant yang mengunjungi tempat itu.

“Ini adalah hal terbaik yang bisa terjadi,” ujarnya.

“Saya telah melalui kanker dan saya pikir siapa saja yang melalui itu akan menyadari betapa berbahayanya itu dan saya beruntung saya di sini,” tambah Parker.