Setelah disidang, Mark Zuckerberg terbuka untuk regulasi Facebook

 CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dipanggil oleh parlemen AS terkait skandal kebocoran data Facebook yang menyangkut data dari lebih kurang 87 juta pengguna Facebook di seluruh dunia. Di pemanggilan tersebut, ia dicecar pertanyaan selama 5 jam lamanya.

Berdasarkan pemanggilan tersebut ia menyatakan pada para senator bahwa merupakan hal yang “jelas-jelas salah” untuk mempercayai sebuah perusahaan yang ternyata menjadi penambang data untuk kampanye Trump di Pemilu presiden AS tahun 2016 silam. Ia juga meminta maaf atas keterlibatannya dalam memfasilitasi berita palsu dan campur tangan Rusia di Pemilu tersebut.

“Kami tidak melakukan secara penuh tanggung jawab kami, dan itu adalah kesalahan besar,” kata Zuckerberg. “Itu kesalahanku, dan aku minta maaf. Aku memulai Facebook, aku menjalankannya, dan aku bertanggung jawab atas apapun yang terjadi di sini,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit dari para senator, akhirnya Mark Zuckerberg mengakui bahwa jika parlemen menginginkan regulasi atau pengaturan media sosial, ia terbuka akan kemungkinan itu.

Dalam dengar pendapat itu pula, Zuck tak hanya mencoba untuk berbicara dengan harapan mendapat kepercayaan publik kembali pada Facebook, namun juga untuk berdiskusi panjang lebar agar para regulator dan pihak Facebook dapat titik tengah soal aturan yang mungkin akan diberlakukan.

Yuk Gabung ke LobbyQQ Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Di pemanggilan ini, ia sepertinya ingin menyampaikan kalau dirinya tulus untuk minta maaf karena ia membuat suatu kesalahan yang membuat sebuah fenomena besar terjadi. Dalam pernyataannya pula, kerap tersirat bahwa Mark Zuckerberg sebenarnya hanya berpegang teguh pada visi misi Facebook untuk “membantu orang terhubung”.

Mark Zuckerberg sendiri telah meminta maaf soal kebocoran data ini beberapa kali. Tentunya lewat beberapa posting dari dirinya pribadi dan atas nama Facebook di platform tersebut, serta berbagai rilis Facebook yang memberi arahan untuk bagaimana menjaga privasi data tetap aman. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah karirnya di mana ia mengunjungi, atau dalam hal ini dipanggil, ke parlemen AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *