Situasi Mendadak Tegang Saat Pejabat Korsel Minta Kim Jong-un Berhenti Merokok

Situasi Mendadak Tegang Saat Pejabat Korsel Minta Kim Jong-un Berhenti Merokok

KARTU66 || Pyongyang – Kim Jong-un adalah seorang perokok berat. Meski kampanye anti-rokok sedang gencar dilakukan di negaranya, pemimpin Korea Utara itu terus ngebul, mengonsumsi lintingan tembakau tanpa henti.

Tak ada yang berani menegur sang pemimpin tertinggi, apalagi melarang. Bisa-bisa eksekusi mati menanti siapapun yang bernyali melakukan tindakan “kurang ajar” itu. Di Korut, Kim Jong-un adalah “manusia setengah dewa”.

Namun, pada awal Maret 2018 akhirnya ada yang berani menegurnya. Dia adalah seorang pejabat Korea Selatan, yang usianya dua kali lipat dari sang pewaris takhta Dinasti Kim.

Kala itu, untuk kali pertamanya dalam sejarah, Kim Jong-un menerima delegasi asal Seoul utusan Presiden Moon Jae-in.

“Bagaimana jika Anda berhenti merokok? Itu buruk bagi kesehatan Anda,” kata Ketua Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan Chung Eui-yong, seperti dikutip dari Asahi Shimbun yang mendapatkan informasi tersebut dari sejumlah sumber.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Sontak, situasi jadi tegang. Para perwira tinggi intelijen Korut shock berat mendengarnya. Teror dilaporkan terlihat di wajah kepala agen mata-mata Pyongyang, Kim Yong-chol. Badannya mendadak kaku menahan emosi.

Kim Yong-chol dianggap mendalangi serangan mematikan terhadap kapal perang Korea Selatan Cheonan pada 2010. Ia dan para anak buahnya terbiasa menindak siapapun yang dianggap menghina sang pemimpin.

Meski suasana serba tak enak, Kim Jong-un terlihat tenang. Sang istri, Ri Sol-ju muncul sebagai penyelamat. Ia menepukkan dua tangannya, sebagai ekspresi setuju dengan pernyataan Chung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *