Sudah bangga duluan, fitur andalan Samsung Galaxy S10 ‘ditikung’ Huawei Mate 20 Pro

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Samsung berusaha menggugah para konsumen tertarik dengan Galaxy S10 tahun depan. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut bakal menyematkan sebuah teknologi yang disebut dengan pemindai sidik jari ultrasonik.

Ini adalah sebuah pemindai sidik jari yang dapat diletakkan di bawah layar bezel-less. Sensor ultrasonik generasi kedua miliki Qualcomm ini dilaporkan akan menjadi nilai jual utama bagi Galaxy S10. Karena ini akan jadi yang pertama di dunia. Samsung tentunya tidak ingin flagshipnya kali ini dinilai gagal seperti Galaxy S9tahun ini.

Teknologi Qualcomm mengklaim mampu bekerja secara akurat melalui kaca hingga ketebalan 800 micron, lebih kuat dari 300 micron pada generasi sebelumnya. Namun sayangnya ada kabar bahwa Huawei siap menikung Samsung.

Dikutip dari ET News (7/8), Huawei mate 20 Pro yang bakal dirilis pada kuartal ketiga ini.

Kabarnya, pihak Huawei sudah mencapai kesepakatan eksklusivitas lisensi dengan Qualcomm. Ini adalah langkah yang cukup berani dari Huawei, karena menurut sumber yang sama, kesepakatan eksklusivitas lisensi itu hingga akhir Februari tahun depan. Yang mana bulan Februari adalah jadwal rutin Samsung merilis flagship mereka, yakni Galaxy S10.

Menarik.

Media Korea juga mengabarkan bahwa Samsung sepertinya juga akan melengkapi Galaxy A-Series mereka yang berjalan di jalur mid-end dengan pemindai sidik jari di bawah layar yang dipasok oleh Gudix.

Langkah yang bisa dibilang responsif. Namun apakah harga smartphone mid-end Samsung nantinya juga bakal ikut melambung? Itu pertanyaan besarnya.

So, jika kita ingin melihat bagaimana kinerja dari pemindai sidik jari ultrasonik, tidak perlu lama menunggu rilis Samsung Galaxy S10 tahun depan. Di musim gugur pada kuartal ketiga ini kita bisa melihatnya di perangkat Huawei Mate 20 Pro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *