Takut Diracun, Timnas Inggris Dilarang Makan Sembarangan Saat Piala Dunia

      Comments Off on Takut Diracun, Timnas Inggris Dilarang Makan Sembarangan Saat Piala Dunia

SEHAT –  Tim nasional sepakbola Inggris dilaporkan memiliki pola makan yang lebih ketat daripada biasanya saat Piala Dunia FIFA 2018. Para pemainnya bahkan dilarang menerima makanan dari layanan kamar hotel mereka di Rusia.

The Sun melaporkan, mereka menolak untuk makan apapun yang tidak disetujui oleh koki ahli tim nasional tersebut. Keamanan hotel ForResMix di Repino, Saint Petersburg sendiri berada dalam status “kesiagaan tinggi” saat Piala Dunia.

Mengutip Fox News pada Selasa (19/6/2018), hal tersebut dilakukan mengingat adanya kekhawatiran seputar serangan saraf terhadap mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia di awal tahun ini.

“Para pemain akan melakukan persis seperti yang diceritakan. Tidak ada yang akan melewati bibir mereka selain makanan dan minuman yang disediakan oleh koki dan ahli gizi,” ujar sebuah sumber kepada The Sun.

“Jika para pemain lapar, mereka harus menghubungi seseorang di dalam manajemen untuk mendapatkan camilan. Mereka tidak bisa begitu saja meraih mini bar atau membeli sesuatu dari toko.”

“Aturan-aturan ini selalu ada di turnamen karena diet, dan akan ada ketakutan akan keracunan yang bisa menghancurkan kinerja mereka. Tapi untuk Piala Dunia di Rusia, itu sangat, sangat ketat,” tambah mereka.

Melarang minuman manis

Walaupun begitu, ini bukan pertama kalinya pelatih kepala Gareth Southgate menjadi berita utama karena mengatur pola makan pemainnya.

Dilaporkan Evening Standard, Southgate pernah berkoordinasi dengan Starbucks di hotel timnya untuk menyingkirkan semua suguhan dan melarang penjualan minuman manis kepada anak asuhnya menjelang Piala Dunia. gadisliar.com

Kini, setelah permainan dimulai secara resmi, ahli gizi dan koki timnas Inggris telah tiba dan siap mendukung pola makan mereka di Rusia.

“Pengawas kesehatan akan mengambil sampel makanan dan membekukannya untuk melihat apakah sesuatu terjadi,” ujar Tim De’Ath yang telah bekerja sebagai koki kepala timnas Inggris selama 10 tahun.