Tertipu Polisi Gadungan, Motor Rp 45 Juta Hilang Dibawa Kabur

9aae9f03-0e68-45da-8e5f-da0c95d82359_34

Surabaya РSeorang warga Surabaya tertipu saat melakukan jual beli online. Motornya seharga Rp 45 juta hilang dilarikan pembeli yang mengaku sebagai polisi.

Adalah Thomas, warga Sawahan Baru 3 yang menjadi korban. Dia menawarkan motornya, Yamaha R25, dalam situs jual beli online. Ada satu pembeli yang berminat yang kemudian menghubunginya. Dari situlah awal mula Thomas tertipu yang kemudian kehilangan motornya.

“Kami sedang menangani kasus tersebut. Kami sudah perintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan,” ujar Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti, Kamis (17/8/2017).

Dari informasi yang dihimpun, pembeli yang tertarik pada motor yang ditawarkan Thomas mengaku bernama Rico. Rico kemudian ingin melihat barang yang ditawarkan. Mereka pun janjian di rumah Thomas pada Rabu (16/8/2017).

Saat bertemu Thomas, Rico langsung mengenalkan diri sebagai polisi yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN). Untuk lebih meyakinkan Thomas, Rico menunjukkan lencana serta sebuah pistol yang terselip di pinggangnya.

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Rico kemudian meminta Thomas agar mengizinkannya mencoba motor sport tersebut. Thomas pun mengiyakan permintaan Rico. Thomas juga tak menaruh curiga karena status Rico yang seorang ‘polisi’.

Setelah Rico berlalu, Thomas pun menunggu. Namun lama menunggu, Rico tak kembali datang. Thomas kemudian menghubungi nomor Rico, namun HP Rico sudah tak aktif. Saat itulah Thomas menyadari jika dia telah menjadi korban penipuan. Yamaha R25 nopol M 4742 PK seharga Rp 45 juta milik Thomas dibawa kabur oleh Rico. Thomas pun melapor ke Polsek Sawahan.

“Kami sudah mengecek ke BNNP Jatim dan BNNK Surabaya, namun nama dan wajah pelaku yang terekam cctv tidak ada di sana,” kata Bima.

Dari situ, Bima yakin jika pelaku bukanlah polisi alias polisi gadungan. “Warga hendaklah berhati-hati saat melakukan jual beli online yang berlanjut bertemu langsung. Kami sedang berupaya mengejar pelaku,” tandas Bima.
(iwd/fat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *