Tips Mengembalikan Senyum Anak karena Kehilangan Orang yang Dicintai

Tips Mengembalikan Senyum Anak karena Kehilangan Orang yang Dicintai

DEWAPORKAS.NET – Semua orang tentu tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya. Apalagi bagi anak-anak yang kehilangan orangtuanya, entah itu ditinggalkan untuk selama-lamanya atau orangtua yang memutuskan untuk bercerai.

Bagi orang dewasa saja kehilangan adalah sebuah kesedihan, apalagi bagi anak-anak yang masih belum dapat mengontrol emosi dengan baik. Inilah mengapa anak-anak membutuhkan terapi psikologis untuk kembali optimis menjalani hidup setelah mengalami kesedihan yang mendalam.

Muhamad Agus Syafii, Pendiri Yayasan Rumah Amalia mengatakan salah satu terapi yang bisa diberikan pada anak ialah Fun Therapy. Lalu apa itu fun therapy? Ia menjelaskan terapi ini sebuah kegiatan yang diberikan kepada anak-anak lewat permainan yang membutuhkan konsentrasi dan kerjasama tim dalam melakukan berbagai kegiatan ini.

“Permainan ini membuat anak-anak ceria serta menumbuhkam rasa percaya diri. Jadi anak-anak tidak kehilangan harapan ketika orangtuanya meninggal, atau bercerai. Justru lewat fun therapy ini mereka memiliki harapan di masa depan,” ujar Pakar konsultan keluarga ini saat di temui di Rumah Amalia, Ciledug, Tanggerang.

Tips Mengembalikan Senyum Anak karena Kehilangan Orang yang Dicintai

Yuk Gabung ke Kartu66 Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

Agus menambahkan, permainan yang diberikan untuk terapi ini ialah seperti tepuk semangat, tepuk bahagia dalam bentuk berkelompok agar lebih menyenangkan. Terdapat tiga pola dalam terapi ini.

1. Dipaksa

Anak-anak dipaksa dengan lembut untuk tertawa bersama anak-anak lainnya.

2. Terpaksa

Dengan dipaksa akhirnya mereka pun terbiasa tertawa yang berakhir pada kebahagiaan. Sebab mau tidak mau, anak – anak ikut mengalir meski dengan terpaksa, akhirnya anak – anak bisa tertawa.

3. Terbiasa

Ketika mereka sedang tidak berada di Rumah Amalia pun mereka bisa tertawa. Akhirnya mereka bisa terbentuk ritme pada dirinya untuk terbiasa berpikir positif.

“Selain anak-anak, orangtua pun diberikan pelatihan terapi ini agar dapat menyamakan persepsi bahwa hidup ini sederhana, dan tetaplah berpikir positif. Dan, orangtua dapat melakukan terapi ini di rumah sendiri dengan anak-anak agar komunikasi pun selalu terjaga dengan baik,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *