Waketum Gerindra Minta Maaf soal PDIP Disamakan dengan PKI

033760500_1433159494-Gedung_Baru_PDIP-5

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan para kadernya terkait pernyataan ‘Wajar PDIP disamakan dengan PKI’. Dia mengungkapkan hal itu dalam secarik kertas yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000.

“Bersama ini terkait pemberitaan di beberapa di media massa yang menyebutkan pernyataan saya yang mengatakan, WAJAR SAJA KALAU PDIP SERING DISAMAKAN DENGAN PKI KARENA MENIPU RAKYAT, dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat,” demikian surat Arief yang diterima Liputan6.com, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Dia menegaskan, sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, PDIP bukanlah PKI. Terlebih dalam programnya selalu mengedepankan kemakmuran masyarakat.

“Dan tidak benar PDIP itu adalah PKI serta menipu. Sebab PDIP adalah partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila dan berlandaskan pancasila dan bekerja serta memperjuangkan rakyat Indonesia untuk kemakmuran bangsa dan negara,” ujar dia.

Untuk itu, dirinya pun meminta maaf atas pernyataan tersebut. Ungkapan maaf disampaikan untuk meluruhkan kesalahpahaman itu.

Yuk Gabung ke LobbyQQ Agen Poker Online Terpercaya Di Indonesia. Rasakan Kartu Cantik Nya Dan Nikmati Layanan Customer Service Kami 24 Jam Nonstop Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Live Chat Link Kami
Link : promosiweb.net | hokiceme.com

“Karena itu, untuk meluruskan kesalahpahaman, saya Arief Poyuono meminta maaf yang sebesar-besar nya pada Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran kader PDIP yang merupakan sahabat-sahabat saya atas statement saya tersebut di atas,” kata Arief.

Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pihaknya akan menggugat Arief terkait pernyataan itu. Arief dinilai berlebihan lantaran menuding PDIP disamakan dengan PKI.

“Karena dalam suatu pernyataannya kami menipu rakyat dalam menyampaikan wacana setiap pribadi. Setiap pemimpin itu harus berhati-hati dan sebagai bentuk pengajaran dan kami tengah mengkaji untuk melakukan gugatan,” ujar Hasto di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *