Warga Mojokerto ramai-ramai tangkap ikan Arapaima di Sungai Brantas

      Comments Off on Warga Mojokerto ramai-ramai tangkap ikan Arapaima di Sungai Brantas

Warga Mojokerto, Jawa Timur sejak Senin kemarin berburu ikan langka Arapaima di sepanjang aliran Sungai Brantas. Ikan dengan panjang hingga hampir dua meter yang berhasil ditangkap warga sudah mencapai belasan ekor.

 Dua Arapaima ini berhasil ditangkap warga di sekitar pintu rolak songo pada Kamis (28/6) siang. Untuk menangkap ikan ini, warga menggunakan strum.

Menurut Kolik Subagiyo (50) salah satu warga yang sehari hari mencari ikan di Sungai Brantas, Arapaima berukuran besar diketahui warga muncul di sungai brantas sekitar kawasan rolak songo. Ikan ikan tersebut kemudian ditangkap warga karena bentuk dan ukuranya yang tidak lazim.

“Sejak empat hari lalu ikan ikan ini muncul dan ditangkapi oleh warga. Ikanya cukup besar dan selama ini tidak pernah dilihat warga. Warna sisiknya kehitam-hitaman dengan kepala mirip kepala ular,” kata Kolik.

Menurut Kolik, di sekitar pintu rolak songo sungai brantas, sudah 16 ekor Arapaima ditangkap warga. Ukuranya besar dengan panjang sekitar 150 cm, beratnya sampai 30 kilogram.

“Sekitar 16 ikan yang ditangkap warga. Setelah ditangkap ada yang masih hidup ada yang sudah mati. Ikan yang mati dipotong untuk dijual dan dikonsumsi sendiri,” jelas Kolik.

Oleh warga, ikan yang ditangkap dipotong dan dijual dagingnya. Daging ikan dijual dengan harga Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per kilo.

“Yang mati dipotong dan dijual ke warga yang mau. Tapi yang masih dihidup dijual pada warga yang mau memelihara ikan itu,” tambahnya.

Diperkirakan di sepanjang aliran sungai masih ada puluhan ikan yang masih berkeliaran. Arapaima ini sekarang menjadi buruan warga, terutama para pencari ikan.

Arapaima, atau Paiche (Arapaima Gigas) diketahui merupakan jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang habitatnya dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. ikan ini dapat tumbuh maksimal sepanjang 3 meter dan berat 200 kilogram