Warga Tokyo Marah karena Stasiun Kereta Pakai Nama Bahasa Inggris

      Comments Off on Warga Tokyo Marah karena Stasiun Kereta Pakai Nama Bahasa Inggris

Warga Ibu Kota Tokyo, Jepang, dikabarkan marah ketika mengetahui nama stasiun kereta terbaru memakai tambahan bahasa Inggris “gateway”, atau jika diterjemahkan berarti pintu gerbang.

Kritik terhadap penamaan oleh perusahaan East Japan Railway Co itu tertuju pada stasiun di Jalur Yamanote, Takanama Gateway, yang akan diresmikan pada 2020 mendatang, sebelum pembukaan Olimpiade Tokyo.

Dilansir dari laman Telegraph pada Selasa (11/12), perusahaan terkait sempat meminta saran kepada warga Jepang tentang nama-nama yang sekiranya cocok untuk stasiun baru itu. Namun, dari 130 usulan yang diajukan, Takanama Gateway yang dipilih, meski suara pendukungnya kecil.

Sebuah petisi dibuat sejak Minggu 9 Desember dan hingga Selasa pagi tadi tercatat hampir 14.000 tanda tangan terkumpul. Semuanya mengaku marah karena stasiun tersebut akan menggunakan istilah asing dalam namanya.

“Saya tidak butuh kata-kata bahasa Inggris. Ini Jepang,” kata Keiko Shima, seorang warga lokal.

Sementara Yasuharu Okura, warga lainnya, mengatakan penggunaan bahasa Inggris tidak cocok untuk nama stasiun di Jepang. Ada pula yang menilai penamaan tersebut terlalu panjang dan gateway sulit diucapkan oleh orang Jepang.

Namun, East Japan Railway Co tetap menggunakan namanya, dan berkeras bahwa istilah gateway menggarisbawahi pentingnya stasiun baru sebagai pusat lalu lintas di kota.

Berlokasi dekat dengan Teluk Tokyo di tenggara metropolitan, stasiun ini akan berfungsi sebagai penghubung ke Bandara Internasional Haneda dan Stasiun Shinagawa, yang beralih fungsi dari jalur kereta peluru menjadi jalur kereta maglev kecepatan tinggi baru, dalam waktu dekat.

Masaaki Takei, pemimpin distrik Minato Ward–yang menjadi lokasi berdirinya stasiun tersebut–mendukung nama Takanama Gateway.

Dia mengatakan kepada surat kabar Mainichi bahwa nama itu “mencerminkan sejarah setempat yang dulunya merupakan pintu gerbang utama di zaman Edo”.

Edo sendiri merupakan nama klasik kota Tokyo di era feodal, ketika Jepang perlahan membuka diri ke dunia luar.

Takei menambahkan bahwa penyematan bahasa Inggris pada nama stasiun baru itu akan menjadikannya sebuah “karya berharga bagi Jepang”.

Selain nama Takanama Gateway, tiga nama yang paling populer lainnya adalah Takanawa, Shibaura, dan Shibahama. Hingga saat ini, East Japan Railway Co belum menjelaskan alasan di balik pemilihan nama yang kontroversial tersebut.